Mitos Terkenal di Solo

Mitos Terkenal di Tawangmangu Karanganyar, Katanya Pacaran di Sini Bisa Bikin Putus, Percaya?

Di Tawangmangu ada destinasi wisata terkenal yakni Grojogan Sewu dan panorama lereng Gunung Lawu-nya.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com
SUASANA TAWANGMANGU - Arus lalulintas di Pasar Tawangmangu, Karanganyar padat, Minggu (15/8/2021). Di kalangan wisatawan, terutama yang berasal dari Solo dan sekitarnya, beredar luas mitos bahwa pasangan yang pacaran di Tawangmangu akan berakhir putus. 

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Tawangmangu adalah kawasan wisata alam yang sejuk dan memesona di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Di Tawangmangu ada destinasi wisata terkenal yakni Grojogan Sewu dan panorama lereng Gunung Lawu-nya.

Namun, tempat ini juga menyimpan sebuah mitos populer yang cukup membuat penasaran sekaligus was-was, terutama bagi pasangan muda-mudi yang tengah dimabuk asmara.

Baca juga: Mitos Onggo-inggi Penunggu Sungai Bengawan Solo, Sosok Kepala Berambut Panjang yang Incar Anak-anak

Mitos Paling Terkenal

Di kalangan wisatawan, terutama yang berasal dari Solo dan sekitarnya, beredar luas mitos bahwa pasangan yang pacaran di Tawangmangu akan berakhir putus.

Meski hanya sebatas kepercayaan dan belum terbukti secara ilmiah, mitos ini tetap hidup dan terus menjadi bahan obrolan, bahkan di media sosial.

Pusat dari mitos ini berada di objek wisata Grojogan Sewu, air terjun terkenal yang dikelilingi hutan tropis nan asri.

Konon, jika sepasang kekasih mengunjungi Grojogan Sewu dan menyebrangi Kreteg Pegat—sebuah jembatan kecil yang menghubungkan dua pintu masuk kawasan wisata—hubungan mereka tidak akan berlanjut ke jenjang pernikahan.

Dalam bahasa Jawa, “Kreteg Pegat” berarti “jembatan pemisah,” yang dianggap sebagai simbol perpisahan.

Baca juga: Asal-usul Nama Jagalan yang Jadi Kelurahan di Solo : Dulu Dihuni Sang Penjagal, Ada Mitos Kalang

Mitos Serupa di Telaga Sarangan

Tak hanya Tawangmangu, mitos serupa juga hidup di Telaga Sarangan, yang terletak sekitar 20 menit ke arah timur, di wilayah Magetan, Jawa Timur.

Berdasarkan legenda rakyat, telaga ini dipercaya dihuni oleh dua naga penunggu, jelmaan dari pasangan Kyai dan Nyai Pasir, yang berubah wujud setelah memakan telur gaib dari sebuah pancuran.

Cerita tersebut kemudian berkembang menjadi keyakinan bahwa pasangan yang pacaran di Telaga Sarangan bisa saja berakhir kandas dan tak berjodoh.

Jangan Serta Merta Percaya

Meski terdengar menyeramkan bagi sebagian pasangan muda, tak sedikit pula yang menganggap mitos ini hanya bumbu cerita lokal yang menghibur.

Bahkan, beberapa warganet di media sosial menertawakan mitos ini dengan membagikan kisah cinta mereka yang justru bahagia usai berkunjung ke Tawangmangu.

Atau bisa jadi mitos ini disebarkan agar orang-orang menjaga kesakralan Tawangmangu dan mengimbau agar menghindari berbuat asusila di tempat ini.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved