Klaten Bersinar
Kemeriahan Klaten Lurik Night Carnival : Perpaduan Tradisi dan Kreasi Modern di Tengah Sorak Warga
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Malam akhir pekan di jantung Kota Klaten berubah menjadi panggung gemerlap warna dan budaya.
Ribuan pasang mata memadati ruas jalan dari simpang empat Bareng hingga Alun-alun Klaten pada Sabtu malam (26/7/2025), menyaksikan perhelatan Klaten Lurik Night Carnival (KLNC), salah satu acara puncak perayaan Hari Jadi ke-221 Klaten.
Gelaran malam itu begitu semarak, puluhan peserta dari berbagai instansi dan komunitas hadir, memamerkan kekayaan budaya lokal yang dibalut dalam sentuhan modern.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Klaten Purwanto, mengatakan bahwa ada 21 peserta yang turut memeriahkan acara tahun ini.
“Ada 21 peserta, itu dari BUMN, BUMD, sekolah, kemudian dari perusahaan swasta dan dari komunitas,” ungkap Purwanto saat ditemui di Alun-alun Klaten.
Baca juga: Jelang HUT ke-221 Klaten, Bupati Hamenang dan Wabup Benny Anjangsana Sunarna, Sri Mulyani, dan Yoga
Rute karnaval dimulai dari simpang empat Bareng (Proliman Klatos), lalu peserta berjalan mengelilingi Alun-alun Klaten.
Mereka memasuki area pertunjukan dari sisi belakang alun-alun dan menutup aksi di titik finis di depan Kodim 0723/Klaten. Masing-masing peserta diberi waktu maksimal lima menit untuk tampil.
“Dan kemudian untuk start-nya dari proliman Klatos (simpang empat Bareng), kemudian (rute) peserta mengelilingi Alun-alun Klaten. Kemudian masuk dari sisi belakang alun-alun dan nanti keluar dari depan alun-alun menuju titik finish di Kodim 0723/Klaten. Untuk perform masing-masing peserta disediakan waktu maksimal 5 menit,” jelasnya.
Dari pantauan di lokasi, karnaval tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga ruang ekspresi kreativitas.
Kontingen dari masing-masing instansi tampil memukau dengan busana khas lurik yang dikreasikan dalam berbagai bentuk, mulai dari kostum kolosal, modern kontemporer, hingga nuansa ramah lingkungan.
Penampilan pembuka datang dari RSUD Bagas Waras. Mengusung warna merah dan putih, mereka menampilkan tarian Darwis yang dibawakan oleh seorang penari dengan tongkat dan kain bermotif vertikal.
Gerakan penari tersebut seakan menjadi pembuka semangat patriotisme dalam balutan budaya lokal.
Sorak sorai warga makin riuh ketika kontingen dari Bank Jateng Cabang Klaten tampil dengan kostum kolosal kreasi lurik.
Lagu berjudul Stecu, yang tengah naik daun, turut mengiringi aksi mereka, lengkap dengan tari kreasi yang menggugah energi penonton.
Baca juga: Puncak Perayaan Hari Jadi ke-221 Klaten, Ada Klaten Lurik Night Carnival 2025 Penuh Warna dan Budaya
Tak kalah menarik, RS Cakra Husada menyuguhkan lagu ciptaan sendiri bertajuk Klaten Keren, menambah kebanggaan tersendiri bagi warga lokal yang hadir malam itu.
Sementara itu, kreativitas tak biasa ditunjukkan oleh Grand Tjokro Hotel.
Kontingen mereka memilih menggunakan kain perca, limbah dari produksi lurik yang tidak terpakai. Limbah yang selama ini kerap terbuang, disulap menjadi kostum mencolok dan memikat mata.
Sebuah pesan kuat tentang keberlanjutan, kreativitas, dan cinta terhadap budaya sendiri.
Malam itu, Alun-alun Klaten bukan sekadar tempat perayaan, tetapi menjadi saksi bagaimana, lurik sebagai kain tradisional khas Klaten bangkit menjadi simbol identitas yang fleksibel, inklusif, dan terus berevolusi.
Sebuah perayaan yang bukan hanya menyorot keindahan, tetapi juga keberanian mengemas tradisi menjadi relevan dengan masa kini.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Gelaran-Klaten-Lurik-Night-Carnival-KLNC-2025-sukses-memikat-perhatian-ribuan-warga-pusat-kota.jpg)