Klaten Bersinar

Makna Tema Hari Jadi ke-221 Klaten: “Hangestri Tejaning Jati”

TribunSolo.com/Ibnu Dwi Tamtomo
KLATEN BERBAHAGIA. Logo dan tema Hari Jadi ke-221 Klaten tahun 2025. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Pagi ini suasana Kabupaten Klaten atau Kota Bersinar lebih ceria dibandingkan hari biasa. Pasalnya tepat di hari ini, Senin (28/7/2025) Klaten berusia 221. 

Tak sekadar seremonial, Peringatan Hari Jadi ke-221 Klaten pada tahun 2025 mengusung tema “Hangestri Tejaning Jati”, sebuah ungkapan dalam Bahasa Jawa yang sarat filosofi dan harapan besar bagi masa depan Klaten. 

Tema ini tidak sekadar menjadi semboyan seremonial, tetapi merupakan pesan mendalam tentang tekad, arah pembangunan, dan jati diri masyarakat Klaten.

Secara etimologis, kata “Hangestri” berasal dari akar kata ngesti yang berarti meneguhkan tekad atau memperjuangkan sesuatu dengan sungguh-sungguh.

Sementara “Tejaning Jati” bermakna “cahaya dari jati diri sejati”. 

Baca juga: Bupati Klaten Hamenang Dorong Inovasi Budaya Lewat Klaten Lurik Night Carnival 2025

Jika digabungkan, tema ini mengandung arti meneguhkan tekad untuk menyinari dan memperkuat jati diri sejati Klaten.

Refleksi Sejarah, Arah Masa Depan

Usia ke-221 tahun menjadi momentum reflektif yang penting. Kabupaten Klaten telah melalui lintasan sejarah panjang, dari era pemerintahan kolonial, revolusi kemerdekaan, hingga pembangunan daerah yang berkelanjutan saat ini. 

Dalam konteks inilah, “Hangestri Tejaning Jati” dipilih untuk menegaskan kembali identitas Klaten sebagai daerah yang kuat secara budaya, maju secara ekonomi, dan tangguh dalam menghadapi tantangan zaman.

Tema ini juga mengandung makna semangat kolektif: bagaimana pemerintah, masyarakat, dan seluruh elemen pemangku kepentingan bersatu untuk membangun Klaten secara menyeluruh, bukan hanya fisik dan infrastruktur, tetapi juga membentuk karakter dan peradaban.

Visualisasi dalam Logo

Tema besar ini dituangkan dalam visual logo Hari Jadi ke-221 Klaten yang memadukan angka “221” dengan siluet kepala tokoh pewayangan Puntadewa, salah satu tokoh Pandawa yang identik dengan sifat adil, sabar, dan menjunjung tinggi kebenaran.

Pemilihan Puntadewa tidak lepas dari nilai-nilai kepemimpinan yang diharapkan menjadi spirit pembangunan Klaten ke depan, yakni kepemimpinan yang jujur, bijaksana, serta mengutamakan kepentingan rakyat.

Warna-warna dalam logo juga memiliki makna simbolik:

Merah: semangat dan keberanian membangun.

Biru: ketenangan, sumber air, dan kesejukan Klaten.

Hijau: kesuburan, pertanian, dan harapan akan kemakmuran.

Kuning: kemuliaan, optimisme, serta semangat nasionalisme. (*)