Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Tabrak Lari di Kebakkramat

Terungkap! Mobil yang Tabrak Lari 2 Motor di Karanganyar Berujung 1 Orang Tewas: Isuzu Panther Hitam

Informasi terbaru, jenis mobil yang terlibat dalam tabrak lari hingga menewaskan 1 orang tersebut sudah terungkap. Yakni Isuzu Panther berwarna hitam.

TribunSolo.com
TABRAK LARI - Ilustrasi tabrak lari yang menewaskan pengendara motor. Sebuah mobil melakukan tabrak lari dan melibatkan dua motor lainnya di Desa Pulosari, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar. Satu orang tewas dalam insiden itu, dan mobil yang diduga melindas korban kabur pasca kejadian. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto 

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Insiden mobil yang melakukan tabrak lari dan melibatkan dua motor di Desa Pulosari, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar masih terus diusut.

Informasi terbaru, jenis mobil yang terlibat dalam tabrak lari hingga menewaskan 1 orang tersebut sudah terungkap. Yakni Isuzu Panther berwarna hitam.

Hanya saja hingga saat ini, batang hidung pengemudi mobil yang terlibat kecelakaan belum juga menampakkan diri ke keluarga korban tewas.

Kades Kalijirak, Tri Joko Susilo mengatakan, keluarga korban sudah melaporkan kejadian tersebut ke polisi, meski belum ada progres dari pihak kepolisian.

"Keluarga korban lapor polisi, barang bukti CCTV sudah diserahkan, namun hingga tapi belum ada kabar dari kasus tersebut yang menimpa warga saya," kata Tri Joko, Senin (28/7/2025).

RUMAH DUKA - Suasana rumah duka orang tua Bagas Dwi Adianto (19) warga Desa Kalijirak, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Selasa (22/7/2025). Korban terlibat kecelakaan di wilayah Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Senin (21/7/2025) sore.
RUMAH DUKA - Suasana rumah duka orang tua Bagas Dwi Adianto (19) warga Desa Kalijirak, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Selasa (22/7/2025). Korban terlibat kecelakaan di wilayah Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Senin (21/7/2025) sore. (TribunSolo.com/ Mardon Widiyanto)

Tri Joko mengatakan kejadian yang menewaskan Bagas Dwi Adianto (19) warga Desa Kalijirak, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar itu melibatkan melibatkan tiga kendaraan yaitu dua motor masing-masing Honda Vario, Suzuki Satria dan satu mobil yang diketahui Isuzu Panther hitam.

Saat kejadian, Bagas mengendarai motor Honda Vario, Suwarno mengendarai motor Suzuki Satria dan satu pengemudi mobil Isuzu Panther hitam belum diketahui identitasnya.

"Pada hari pemakaman, yang datang hanya dari pengendara motor Suzuki Satria, Suwarno datang memberikan bela sungkawa, sedangkan pengemudi mobil tidak," kata Tri Joko.

Kronologi kejadian berdasarkan dari sisi pengendara motor Suzuki Satria Suwarno, korban hendak menyalip motornya.

Namun, saat hendak menyalip, motor Bagas menabrak knalpot motor Suwarno.

Baca juga: Pulang Kerja Terakhir Bagas, Cerita Ayah Kehilangan Putra Bungsunya Imbas Tabrak Lari di Karanganyar

"Suwarno jatuh ke kiri, Bagas ke kanan, lalu tertabrak mobil Panther hitam, setelah itu, warga meminta pengemudi mobil itu untuk berhenti dan mengevakuasi korban ke rumah sakit, namun karena takut, pengemudi mobil meninggalkan lokasi kejadian dan di bodi mobil itu ada bercak darah yang menempel," kata dia.

Dia mengatakan, keluarga tidak menuntut kerugian secara materil, baik biaya perawatan hingga pemakaman.

Pihak keluarga hanya menuntut keadilan Bagas yang menjadi korban kecelakaan kepada kepolisian dan pengemudi mobil Isuzu Panther hitam itu.

"Keluarga korban menuntut keadilan dan pertanggungjawaban pengemudi mobil, dan perkembangan kasus ini ke pihak kepolisian," kata dia.

"Kami berharap pihak kepolisian dengan adanya informasi itu itu informasi itu sudah disampaikan dan dilaporkan oleh keluarga korban ke Polres, nah, harusnya kan ada penyitaan rekaman CCTV-CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian, namun saat ini kami tidak tahu progres kasus ini sudah sejauh apa," pungkasnya.

Pulang Kerja Terakhir Bagas

Senin sore itu, langit di Desa Kalijirak, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar, tampak biasa saja. 

Namun bagi Radjimin (52), hari itu berubah menjadi salah satu hari paling kelam dalam hidupnya.

Putra bungsu kesayangannya, Bagas Dwi Adianto (20), tak pernah kembali ke rumah setelah pulang bekerja. 

Ia menjadi korban kecelakaan maut yang melibatkan dua sepeda motor dan satu mobil di Desa Pulosari, Kecamatan Kebakkramat.

PUTRANYA TIADA - Radjimin (52), warga Desa Kalijirak, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, memperlihatkan foto Bagas Dwi Adianto (19), putra bungsunya yang telah tiada, Senin (21/7/2025) malam. Bagas menjadi korban tewas dalam kecelakaan yang melibatkan tiga kendaraan yakni dua motor dan satu mobil di Desa Pulosari, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar. Mobil yang diduga melindas Bagas kabur pasca kejadian dan masih buron.
PUTRANYA TIADA - Radjimin (52), warga Desa Kalijirak, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, memperlihatkan foto Bagas Dwi Adianto (19), putra bungsunya yang telah tiada, Senin (21/7/2025) malam. Bagas menjadi korban tewas dalam kecelakaan yang melibatkan tiga kendaraan yakni dua motor dan satu mobil di Desa Pulosari, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar. Mobil yang diduga melindas Bagas kabur pasca kejadian dan masih buron. (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

Bagas, yang baru enam bulan bekerja di sebuah pabrik cat, tengah dalam perjalanan pulang ketika takdir buruk merenggut nyawanya.

"Anak saya habis pulang dari pekerjaan, kemudian saya tiba-tiba dikabari putra saya meninggal dunia," ujar Radjimin saat ditemui TribunSolo.com, Selasa (22/7/2025).

Baca juga: Tabrak Lari di Kebakkramat Karanganyar, Duka Radjimin Kehilangan Bagas yang Tak Pernah Neko-neko

Saat kabar duka itu datang, Radjimin belum tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Ia hanya mendengar desas-desus dari tetangga dan keluarga bahwa Bagas menjadi korban kecelakaan.

Rasa terkejut berubah menjadi duka mendalam saat jenazah Bagas tiba di rumah duka, tanpa sempat ia bersiap atau mengucapkan selamat tinggal.

"Saat itu yang ngurus dan yang tahu kronologis kejadian pertama adik saya. Saya hanya dengan sruweng-sruweng (dengar-dengar) anak saya jadi korban kecelakaan setelah jenazah di rumah duka," katanya pelan.

Bagas dikenal sebagai pemuda pendiam dan tidak neko-neko.

Baca juga: Kronologi Tabrak Lari di Karanganyar, Mobil Kabur Setelah Diduga Melindas Kepala Korban

Ia baru saja lulus sekolah tahun lalu dan sempat memendam cita-cita besar—merantau ke Jepang untuk bekerja.

Namun, impian itu ia tunda, bahkan urung diwujudkan, karena merasa nilai akademiknya belum cukup baik.

"Almarhum pernah cerita ingin bekerja di Jepang, namun mengurungkan niatnya karena merasa nilainya buruk," kenang Radjimin.

Kini, mimpi itu ikut terkubur bersama jasad Bagas. Hanya kenangan dan harapan yang belum sempat terwujud, yang masih melekat di hati orang-orang terdekatnya.

Diduga Terlindas Mobil yang Kabur

Kecelakaan maut ini terjadi di Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Senin (21/7/2025) sore.

Akibat kejadian ini, satu orang diketahui tewas yakni Bagas Dwi Adianto (19) warga Desa Kalijirak, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. 

Kanit Gakkum Satlantas Polres Karanganyar Iptu Yudho Sukarno mewakili Kasatlantas Polres Karanganyar AKP Agista Ryan Mulyanto mengatakan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 18.15 WIB.

"Kecelakaan itu terjadi di wilayah Desa Pulosari, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar," kata Yudho, Selasa (22/7/2025).

Yudho mengatakan kecelakaan itu melibatkan tiga kendaraan.

Masing-masing kendaraan yaitu dua motor dan satu mobil.

Baca juga: Kecelakaan di Kebakkramat Karanganyar Tewaskan Satu Pemotor, Keluarga Cari Keberadaan Mobil Penabrak

"Kecelakaan itu melibatkan motor Honda Vario nopol B-6317-VNG, Suzuki Satria nopol AD-3147-FW dengan satu mobil yang masih dalam lidik," kata Yudho.

Bagas merupakan pengendara vario. 

Yudho mengatakan, kendaraan ini sama-sama berangkat dari utara ke selatan.

Awalnya, pengendara Honda Vario hendak mendahului motor Satria namun terjatuh. Dari arah berlawanan datang mobil dan diduga melindas korban.

"Pengendara motor Honda Vario meninggal dunia," kata Yudho.

Keluarga Berencana Buat Laporan

Kades Kalijirak, Tri Joko Susilo mengatakan korban hendak pulang dari tempat kerjanya di Pabrik Cat Indaco.

"Kondisinya jenazah kepala bagian belakang pecah diduga terlindas ban mobil dan sudah dimakamkan di TPU desa setempat," kata Tri Joko Susilo.

Tri Joko Susilo mengatakan korban merupakan anak bungsu dari dua bersaudara dari Radjimin dan istrinya yang sudah meninggal dunia.

Dia mengatakan korban sudah dimakamkan pukul 23.00 WIB.

Ia menuturkan pihak keluarga hendak membuat laporan polisi untuk mencari keberadaan mobil yang menabrak korban.

"Tadi pihak keluarga diwakili omnya datang ke rumah saya untuk konsultasi hukum, rencana akan membuat laporan dan menuntut keadilan untuk korban," kata dia.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved