Unik, Warga Sragen Bikin Yotabe: Yogurt dari Limbah Tangkai Cabai dan Bunga Telang
Inovasi ini lahir dengan memanfaatkan limbah tangkai cabai sebaga sumber bakteri fermentasi alami.
Penulis: Advertorial Tribun Solo | Editor: Naufal Hanif Putra Aji
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Siapa sangka tangkai cabai dan bunga telang bisa disulap menjadi olahan yogurt.
Gagasan tak biasa itu bisa diwujudkan oleh salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Sragen, yang melahirkan inovasi produk bernama YOTABE (Yogurt Tangkai Cabai dengan Bunga Telang).
Inovasi ini lahir dengan memanfaatkan limbah tangkai cabai sebaga sumber bakteri fermentasi alami.
Produk tersebut dibuat dengan memadukan sains, lingkungan, dan cita rasa dalam satu produk olaha susu bernutrisi tinggi, dengan menambahkan ekstrak bunga telang sebagai pewarna alami dan peningkat antioksidan.
Diketahui, biasanya yogurt pada umumnya menggunakan bakteri impor seperti Lactobacillus Bulgaricus dan Streptococcus Thermophilus.
Namun, yang digunakan pada produk YOTABE berbeda, dengan memanfaatkan bakteri Lactobacillus Plantarum yang secara alami terdapat pada tangkai cabai, menjadikannya hemat biaya produksi dan ramah lingkungan.
Dimana, proses fermentasi pun dilakukan dengan metode sederhana, sehingga memungkinkan pengembangan skala rumah tangga maupun UMKM.
"Insipirasi ini datang dari limbah dapur yang sering diabaikan, tangkai cabai ternyata menyimpan potensi besar sebagai sumber bakteri fermentasi," kata penggagas inovasi, Yulianto Teguh Haryono, S.T., M.M.
"Ketika digabungkan dengan ekstrak bunga telang, hasilnya bukan hanya lezat, tapi juga menyehatkan dan punya nilai jual," tambahnya.
Ia menambahkan bahwa selain mendorong pengelolaan limbah organik, YOTABE juga dapat membuka peluang wirausaha baru di masyarakat.
"YOTABE menunjukkan bahwa kreativitas berbasis ilmu pengetahuan bisa memberi manfaat luas, tidak hanya untuk ketahanan pangan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi lokal," jelasnya.
"YOTABE saat ini tengah diujicobakan secara terbatas di beberapa kelompok wanita tani dan UMKM binaan dinas terkait, pemerintah daerah melalui program inovasi daerah akan terus mendorong hilirisasi hasil riset lokal seperti ini agar mampu menembus pasar yang lebih luas," sambungnya.
Menurutnya, inovasi tersebut tidak hanya menjawab tantangan dan pengolahan limbah dan kebutuhan pangan sehat, namun juga menjadi bukti bahwa solusi besar bisa lahir dari hal kecil di lingkungan sekitar.
(*/ADV)
| Tak Ada yang Berani Menebang, Kisah Misteri Pohon Asam Tua di Punden Keramat Sragen |
|
|---|
| Ide Oleh-oleh Khas Sragen, Ada Serundeng Lebos yang Cita Rasanya Gurih Bisa untuk Lauk |
|
|---|
| Warga Sragen Jangan Lewatkan Acara Pasar Kawak Minggu Kliwon di Ngasinan Etan Minggu 3 Mei 2026 |
|
|---|
| 5 Rekomendasi Wisata Keluarga di Sragen Jateng yang Kids Friendly, Cocok untuk Liburan Akhir Pekan |
|
|---|
| Perjuangan Pedagang Sayur Sragen, 14 Tahun Konsisten Nabung Rp20 Ribu per Hari hingga Berangkat Haji |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Inovasi-menarik-daun-talang-jadi-yogurt-sragen.jpg)