Titik Kemacetan di Kabupaten Sragen
Potret Simpang Teguhan, Titik Paling Macet di Sragen, Jam Berangkat Sekolah Selalu Macet Parah
Simpang Teguhan berlokasi di Jalan Raya Sragen-Balong, yang merupakan jalan penghubung dari Sragen menuju wilayah Kecamatan Jenawi, Karanganyar
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Simpang Teguhan di Kelurahan Sragen Wetan, Kecamatan Sragen menjadi salah satu titik paling macet yang ada di Kabupaten Sragen.
Simpang Teguhan berlokasi di Jalan Raya Sragen-Balong, yang merupakan jalan penghubung dari Kabupaten Sragen menuju wilayah Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar.
Jalan Raya Sragen-Balong juga merupakan jalan ring road, yang banyak dilintasi truk-truk besar.
Lalu, simpang tersebut juga merupakan titik pertemuan dari beberapa ruas jalan, seperti Jalan Diponegoro, Jalan Tentara Pelajar, Jalan Sultan Agung, dan Jalan Kampung Teguhjajar.
Tak hanya itu, di simpang Teguhan juga terdapat perlintasan kereta api, sehingga ketika ada kereta yang melintas, akan menambah kemacetan.
Kemacetan di simpang Teguhan sudah berlangsung lama, dan belum ada kebijakan khusus untuk mengurai kemacetan disana hingga kini.
Setiap pagi atau di jam-jam rawan macet, terdapat petugas kepolisian yang mengatur arus lalu lintas, untuk mencegah kemacetan panjang.
Para pengendara pun harus ekstra bersabar, terlebih lagi ketika melintas di saat jam berangkat sekolah.
Baca juga: Sejarah dan Asal Usul Kabupaten Sragen, Namanya Gabungan dari Kata Pasrah dan Legen
Salah satu pengguna jalan, Nugroho mengatakan kemacetan di simpang Teguhan paling parah terjadi saat jam berangkat sekolah.
Dimana, ia setiap hari harus melewati macetnya simpang Teguhan untuk mengantarkan anaknya sekolah.
"Mulai macet pukul 07.30 WIB lebih, disana sudah tidak bisa diurai, karena banyak anak sekolah juga, banyak juga orang tua SMA, SMP, SD yang mengantarkan anak mereka sekolah, paling parah jam 07.40 WIB," katanya kepada TribunSolo.com, Jumat (8/8/2025).
Lanjutnya, ia bisa terjebak macet hingga 10 menit lamanya, apabila terdapat kereta api yang melintas.
Baca juga: Kemarin Mural One Piece Dihapus di Sragen, Hari Ini Aparat Bagikan Bendera Merah Putih di Jalan
"Biasanya terjebak macet sekitar 10 menit, itu kalau ada 1 kereta yang melintas, kalau ada dua kereta sekitar 15 menit," ujarnya.
Keberadaan kendaraan-kendaraan besar yang melintas di simpang tersebut juga menghambat jalannya arus lalu lintas.
"Iya menghambat, kalau pas lagi macet, kendaraan bisa mengular mulai dari lampu traffic light Terminal Lama," pungkasnya.
Sementara diluar jam sibuk, arus lalu lintas di simpang Teguhan terpantau ramai lancar.
(*)
| Warung Mie Babi di Sukoharjo Ini Dikepung Spanduk Penolakan Warga, Pemilik Justru Bereaksi Santai |
|
|---|
| KDMP Belum Siap, Pikap Impor di Wonogiri Jadi Tanggung Jawab Sementara Danramil |
|
|---|
| Menakar Peluang Persis Solo Bertahan di Super League Usai Kalah dari Arema, Rekor Unbeaten Terputus |
|
|---|
| Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 20 April 2026: Lengkap Jadwal Keberangkatan Paling Malam |
|
|---|
| Agenda Solo Hari Ini Senin 20 April 2026 : Ada Kirab Budaya Universitas Kusuma Husada Surakarta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Situasi-simpang-Teguhan-di-Kabupaten-Sragen-jadi-salah-satu-titik-kemacetan-di-Kabupaten-Sragen.jpg)