LPS dan UNS Jalin Kerja Sama, Adakan Beasiswa untuk Mahasiswa hingga Penelitian di Bidang Keuangan
LPS kini masuk ke kampus UNS, mereka menjalin kerja sama penelitian hingga beasiswa untuk Mahasiswa.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Universitas Sebelas Maret (UNS) menandatangani perjanjian kerja sama di Auditorium Haryo Mataram UNS, Sabtu (18/10/2025).
Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengungkapkan bahwa kerja sama ini mencakup beberapa poin penting.
“Beasiswa untuk 20 mahasiswa, penelitian dengan tiga output yang masuk jurnal bereputasi, magang mahasiswa UNS di LPS, serta dosen yang bisa praktik di LPS,” tuturnya.
Bentuk kerja sama tersebut meliputi beasiswa untuk 20 mahasiswa, penelitian dosen untuk dipublikasikan, 10 mahasiswa magang di LPS, program praktik dosen selama 1–3 bulan untuk lima orang, serta bantuan biaya penelitian bagi mahasiswa S2 dan S3.
LPS menjalin kerja sama ini karena UNS telah menyumbangkan hingga 18 alumninya yang kini berkarier di lembaga tersebut.
Selain itu, UNS juga memiliki perhatian lebih terhadap bidang penjaminan keuangan dengan adanya mata kuliah Penjaminan Perbankan dan Asuransi.
“UNS menyumbang 18 pegawai yang ada di LPS, termasuk Kepala Divisi Resolusi Bank dari UNS. Itu menunjukkan UNS punya kompetensi,” jelasnya.
Baca juga: Adakan Kampung Edukasi LPS, Anggito Abimanyu Harapkan Mahasiswa UNS Lebih Melek Literasi Keuangan
Selain penandatanganan kerja sama, LPS juga mengadakan Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (Like It) bersama Kampung Edukasi LPS. Seri Like It ke-6 ini mengusung tema “Generasi Muda Cerdas Keuangan Menuju Indonesia Emas.”
Acara tersebut menjadi upaya untuk meningkatkan kesadaran literasi keuangan di tengah masyarakat. Selain di Solo, masih ada sejumlah kota lain yang akan disambangi untuk mengampanyekan literasi keuangan.
“Kita mengampanyekan agar masyarakat memiliki minimal satu rekening supaya dananya aman. Masih ada sekitar 50 juta orang yang belum punya rekening. Kita akan sasar mereka melalui acara seperti ini. Saya mau keliling ke beberapa kota kemarin di Malang, hari ini di Solo, besok di Jogja. Itu saya lakukan supaya terjadi peningkatan kesadaran masyarakat,” terangnya.
Anggito juga menyampaikan keinginannya untuk menjalin hubungan lebih erat dengan kalangan akademisi agar kompetensi pegawai LPS semakin meningkat.
“Saya ingin berkonsultasi dengan para stakeholder. Kami akan meningkatkan kompetensinya. LPS ini lembaga kecil tapi kompetensinya tinggi. Makanya saya mau belajar dari kampus-kampus supaya bisa menyediakan tenaga ahli,” tuturnya.
Rektor UNS Prof. Hartono mengapresiasi langkah kolaboratif tersebut.
Menurutnya, UNS menjadi kampus pertama yang mengadakan Kampung Literasi bersama LPS.
“Kami sangat mengapresiasi. Kerja sama UNS dengan LPS sudah terjalin sejak 2013, hampir 12 tahun. Tapi tahun ini agak berbeda karena poin kerja samanya lebih banyak, ada lima item. Tidak hanya talkshow, tapi juga kampung edukasi. Ini kalau di perguruan tinggi informasinya baru pertama kali dilakukan, biasanya di luar. Mudah-mudahan kerja sama ini bisa terus ditingkatkan,” ungkapnya. (*)
| Kisah Pedagang Es Kapal di Solo, Jualan Puluhan Tahun hingga Bisa Buatkan Rumah untuk 3 Anaknya |
|
|---|
| Kehadiran Fans di Laga Persis Solo vs Persebaya Bikin Striker Dejan Tumbas Yakin Raih 3 Poin |
|
|---|
| Persis Solo vs Persebaya, Spanduk & Jersey Laskar Sambernyawa Bakal Tak Terlihat di Tribun Penonton |
|
|---|
| Cerita Kepala Rutan Solo, Enggan Dianggap Petugas dan Pilih Lakukan Pembinaan Lewat Budaya |
|
|---|
| Sempat Sakit dan Dirawat, ASN Karanganyar Tersangka Korupsi Retribusi PKL Kini Masuk Rutan Solo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Meriah-LPS.jpg)