Politisi Hanura Ceritakan Keberanian Jokowi Melawan Preman Kampung Rambutan untuk Proyek MRT

Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Dalam acara Indonesia Business Forum di Tv One, Kamis (28/3/2019), Inas menyebut bahwa Jokowi adalah sosok yang berani mengusir preman-preman di Kampung Rambutan.

"Kalau kita lihat sejarah MRT dari gagasan Pak Habibie, kemudian dijadikan proyek nasional oleh Pak SBY pada 2005, dan pinjaman ditandatangani pada 2006, artinya harusnya proyek itu siap langsung," kata Inas.

"Apalagi pada saat itu dikatakan pencanangan proyek itu akan dilaksanakan 2010 sampai dengan 2014."

"Tapi dalam kenyataannya tidak pernah terlaksana."

Inas yang diketahui merupakan politisi Partai Hanura yang pada saat Pilgub DKI 2012 mendukung Fauzi Bowo mengatahui bahwa Fauzi Bowo tidak menindaklanjuti proyek MRT karena pertimbangan politik jelang Pilgub DKI 2012.

"Di media mengatakaan Pak Fauzi Bowo melakukan groundbreaking, gak ada (groundbreaking). Terminal Kampung Rambutan masih berdiri."

"Baru pada tanggal 7 Januari 2014, Kampung Ramburtan dibongkar."

"Pencangangan (oleh Fauzi Bowo) iya, tetapi mau enggak, ada enggak niat dari Pak Fauzi Bowo untuk membongkar Kampung Rambutan, gak ada."

"Kemauan politiknya enggak ada, karena dia ingin ikut pada pemilihan berikutnya, takut gagal, takut tidak terpilih."

"Baru pada saat Pak Jokowi setelah terpilih dengan berani melawan semua preman yang ada di Kampung Rambutan untuk membubarkan Kampung Rambutan."

Puluhan Buruh Pendukung Prabowo Long March Surabaya-Jakarta Singgah di Posko BPN Dekat Rumah Jokowi

Halaman
1234