Kanal

Pesan Keluarga Jokowi Melalui Kapolda Jateng, Pelayat Cukup Mendoakan dari Rumah, Begini Alasannya

Ilustrasi : Ibunda Presiden Jokowi, Sudjiatmi Notomihardjo sempat ngobrol beberapa menit dengan Gus Muwafik di Ponpes Nurus Salman, Dukuh Mutihan RT 05 RW 11, Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Minggu (20/1/2019) malam.  - TRIBUNSOLO.COM/ASEP ABDULLAH ROWI

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Polisi dan TNI bersinergi dalam mengamankan lokasi rumah duka keluarga besar Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jalan Pleret Raya, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Rabu (25/3/2020).

Kapolda Jawa Tengan Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menyampaikan ribuan personel disiagakan untuk mengamankan lokasi.

"Ini merupakan pengamanan VVIP yang disebut pengamanan Waskita yang menerjunkan 1.200 personel pengamanan," tutur Rycko.

Rangkuman Perjalanan Sudjiatmi yang Tak Lelah Bantu Putra Kesayangan Bernama Jokowi di Pilpres 2019

"Itu terdiri atas 650 personel TNI dan 550 personel kepolisian, termasuk Brigadir Mobil dan kawan-kawan Dishub," imbuhnya membeberkan.

Personel akan disebar ke sejumlah titik untuk mengamankan rangkaian prosesi pemakamanan Sudjiatmi Notomihardjo atau akrab disapa Eyang Noto.

"Pengamanan di rumah duka, sekitar rumah duka, termasuk rute sepanjang pemakaman dan tempat pemakaman," jelas Rycko.

Pihak keamanan menyediakan tempat khusus bagi masyarakat yang melayat ke rumah duka Presiden Jokowi.

Sudah Dilarang Presiden Datang, Sejumlah Menteri Ini Nekat Datang Melayat Ibunda Jokowi ke Solo

Masyarakat yang ingin melayat hanya diperkenankan sampai gerbang masuk jalan rumah duka.

"Hanya disekat di sini, penyekatan merupakan amanah keluarga, pihak keluarga mengamanahkan pada para pelayat cukup mendoakan dari rumah saja," jelas Rycko.

"Itu sudah jauh lebih dari cukup pihak keluarga sangat memahami, sangat menghormati situasi saat ini," tambahnya.

UPDATE Penyebab Meninggalnya Sudjiatmi, Presiden Jokowi Ungkap Ibundanya Mengidap Kanker 4 Tahun Ini

Adapun pemerintah saat sedang fokus memutuskan mata rantai virus Corona yang saat ini sedang mewabah.

"Termasuk kebijakan pemerintah dan maklumat Kapolri yang sudah dikeluarkan untuk melaksanakan upaya pencegahan dengan menjaga jarak, tidak berkerumun, dan tidak mendatangkan warga yang cukup banyak," terang Rycko.

"Itu juga gunanya untuk memutus mata rantai penularan dan penyebaran virus Corona," tandasnya. (*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com

Viral Video Tenaga Medis Dilempari Batu saat Bawa Jenazah Pasien Covid-19: Jangan, Kita Juga Manusia

Berita Populer