Pendaki Gunung Lawu Tewas

Misteri Pendaki Tewas di Gunung Lawu Bertelanjang Dada : Suhu Ekstrem Buat Andi Berhalusinasi

Petugas berjibaku gotong royong melakukan evakuasi korban tewas di puncak Gunung Lawu saat berada di pintu masuk pendakian via Cemoro Kandang, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Senin (6/7/2020).

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Pendakian di Gunung Lawu Sabtu (3/7/2020) menjadi pendakian terakhir bagi Andi Sulistyawan (18), warga RT 001 RW 014, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar.

Andi tewas dalam pendakian itu.

Pendaki Tewas di Gunung Lawu Ditemukan Bertelanjang Dada, Kaus & Sweater Terlepas 300 Meter dari TKP

Pendaki Tewas di Gunung Lawu Ditemukan di Jurang, Sempat Temani Buang Air Kecil di Semak-semak

Jenazahnya ditemukan di jurang, dalam kondisi bertelanjang dada, Senin (6/7/2020).

Relawan Anak Gunung Lawu (AGL), Budi Santoso menjelaskan pakaian yang diduga sempat dipakai korban ditemukan tak jauh dari lokasi penemuan.

"Korban sempat pakai celana hitam, kaus hitam, dan hoodie (sweater) merah, kaus dan hoodie terlepas 300 meter dari lokasi penemuan," jelas dia kepada TribunSolo.com.

Yang mengherankan, saat itu, suhu di Gunung Lawu sedang tinggi-tingginya.

Informasinya, suhu di sana bisa meyentuh angka 3 derajat celcius.

Belum lagi hujan lebat yang mengguyur Karanganyar.

Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Semarang, Iis Widya Harmoko menerangkan, jika Kabupaten Karanganyar dilanda hujan lebat sejak pukul Senin (6/7/2020) sekitar pukul 16.20 WIB.

Lalu, mengapa di tengah udara yang begitu dingin, korban Andi malah bertelanjang dada? 

Halaman
1234
Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Aji Bramastra
Sumber: TribunSolo.com

Berita Populer