Berita Solo Terbaru

Tak Semudah Itu Mudik ke Solo, Hasil Swab Reaktif Atau Tidak, Pemudik Nekat Wajib Jalani Karantina

ILUSTRASI : Pihak kepolisian saat melakukan razia lalu lintas di Mapolsek Nguter, Selasa (26/5/2020).

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Fristin Intan Sulistyowati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tak akan mudah jika tetap nekat mudik dari tanah perantauan ke kampung halaman di Kota Solo.

Kenapa begitu? Karena pemudik yang masuk ke Solo wajib karantina mandiri selama lima hari, walaupun hasil swab non reaktif.

Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, menyebutkan aturan ini dibuat untuk mendukung aturan larangan mudik pada 6 - 17 Mei 2021.

"Tidak lanjut penegakan larangan mudik, nantinya pemudik yang nekat harus swab antigen terlebih dulu di lima titik pos," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Jumat (16/4/2021).

Baca juga: Tak Hanya Sekali, Ternyata Kades Dermawan di Klaten Bebaskan Warga Panen di Sawahnya Sudah 5 Kali

Baca juga: Bukan Antigen, Gibran Minta Warganya di Perantauan Bawa Swab Tes PCR Jika Terpaksa Mudik ke Solo

Ade Safri menegaskan tak ada toleransi pelaksana karantina bagi pemudik nekat.

"Hasil swab reaktif atau tidaknya, tetap wajib karantina," ungkapnya.

Dari hasil swab antigen tersebut, Ppmudik di arahkan untuk ke Technopark Solo apabila hasil non reaktif.

Sedangkan untuk hasil reaktif bergejala akan diarahkan ke Rumah Sakit Rujukan Solo dan hasil reaktif tanpa gejala akan di karantina di Asrama Donuhudan.

Karantina dilakukan selama lima hari, untuk pemantauan para pemudik nekat.

Halaman
1234

Berita Populer