Viral pemotor ugal di Solo-Jogja saat ngabuburit, polisi Klaten tilang dan amankan motor
Video pemotor ugal di Solo-Jogja viral, polisi Klaten tilang dan amankan motor pelajar.
Usaha Toko Roti Kumpul sempat vakum atau berhenti beroperasi. Hal tersebut, menurut Tamara, disebabkan faktor orang tua.
Meski dilakukan penggeledahan secara menyeluruh, Ketua RW setempat menyebut tidak ada barang yang dibawa petugas dari lokasi.
Untuk menggenjot pendapatan yang meningkat, beberapa badan usaha milik daerah (BUMD) diberikan penyertaan modal.
Sejak pukul 09.00 WIB, masyarakat mulai memadati lokasi. Antrean terlihat mengular meski pelayanan resmi baru dibuka pukul 10.00 WIB.
Pelaku secara sistematis memanfaatkan waktu saat istrinya tidak berada di rumah untuk melakukan pencabulan terhadap anak kandungnya.
Aksi tidak terpuji ini terjadi saat ibu korban yang merupakan pedagang melakukan aktivitas di pasar. Saat itu pelaku melancarkan aksinya
Kasus terungkap setelah korban mengadu ke ibunya dan dilaporkan ke Polres Klaten; pelaku beraksi saat ibu bekerja dan juga melakukan KDRT.
Selama mengalami pencabulan, korban juga diancam dengan kekerasan bahkan pembunuhan oleh ayah kandungnya sendiri
Perempuan inisial SH (23) asal Klaten yang menjadi korban kekerasan seksual oleh ayah kandungnya D (65) mengalami kondisi trauma luar biasa.
Pendampingan psikologis korban menjadi salah satu fokus penanganan dalam kasus anak dicabuli olrh ayah kandungnya sendiri di Klaten
Ayah kandung terjerat kasus pelecehan anak, istri pelaku juga alami KDRT.
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, turut meramaikan kegiatan ngabuburit dengan berkendara motor atau Ngabuburide 2026
Mulyono, meski bekerja di Banjarmasin, memang dikabarkan sangat sering pulang ke kampung halamannya di Klaten.
Rumah milik Mulyono Purwo Wijoyo yang kini berstatus tersangka kasus korupsi itu digeledah pada Kamis (19/2/2026) sekitar pukul 09.51 WIB.
Mas Ham, panggilan akrab Bupati Hamenang mengatakan dalam setahun memimpin ia meminta maaf bila belum seluruhnya terpenuhi.
Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan kelompok anak muda Klautentik dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan 2026/1447H
Bupati hadir didampingi Kapolres Klaten AKBP Moh. Faruq Rozi, Plt Sekda Klaten, Kepala Kejaksaan Negeri Klaten, dan Kepala Satpol PP.
Selain itu, beberapa imam besar dari Palestina dan Maroko juga direncanakan hadir dan dijadwalkan mengisi imam salat selama empat hari.