Klaten Bersinar

Hadiri Grebeg Maulud RW 06 Jonggrangan Klaten, Bupati Ingatkan Guyub Rukun Warga

Istimewa
BEREBUT. Warga saling berebut gunungan grebeg maulud di RW 06, Desa Jogggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Bupati Klaten Hamemang Wajar Ismoyo hadiri Grebeg Maulud RW 06 di Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten pada Jumat (5/9/2025). 

RW tersebut terdiri dari dua dusun, yakni Pundungan dan Jampen. 

Bupati hadir, bersama anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, DPRD Klaten, serta jajaran kepala dinas. 

Grebeg Maulud dilakukan dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad SAW, di sekitar lokasi Sendang Lembu Suro. 

Sebelumnya, gunungan hasil bumi dan jajanan pasar di kirab masyarakat. 

Dalam kesempatan ini Bupati Hamenang, bersama para tamu selanjutnya melepaskan burung bersama. 

Ia juga memberikan sambutan, dimana Bupati memberikan apresiasi atas guyub rukunnya para masyarakat setempat. 

"Saya matur nuwun sudah diundang dalam acara yang luar biasa ini. Saya lihat warga masyarakat guyup semuanya, dari yang sepuh, Karang Taruna, sampai yang generasi muda luar biasa," ujar Bupati. 

Menurut Bupati Hamenang, gotong royong warga dan kekompakan warga harus dijaga serta dilestarikan bersama. 

Baca juga: Bupati Klaten Hamenang Optimistis Penuhi Target Hunian Masyarakat dalam Peringatan Hapernas 2025

Adanya kegiatan event Grebeg Maulud, dikatakan Bupati sebagai kegiatan positif. 

Kedepannya kegiatan tersebut, sedianya dapat diselenggarakan berkala. 

"Sehingga ke depan generasi penerus kita anak-anak, adik-adik ini kemudian masih bisa ikut nguri-nguri kebudayaan yang luar biasa. Sehingga tidak hanya lihat, tidak hanya mendengar cerita, tapi masih bisa ikut melestarikan," ucapnya. 

"Nah, di sisi lain keguyuban warga hari ini menjadi sebuah kunci," tambahnya. 

Adanya event demikian, dikatakan juga dapat menjadi penggerak roda perekonomian. 

Ketua panitia kegiatan Grebeg Maulud, Muhammad Afrizal mengatakan bila kegiatan ini baru dilakukan perdana. 

"Ini acaranya kita memperingati Maulid Nabi dan juga bersih desa," ujarnya. 

Mengusung tema memayu hayuning bawono, diharapkan dapat mewujudkan masyarakat yang bergotong royong serta kompak. 

Selain kirab, kegiatan juga diisi penampilan anak-anak bersholawat. 

Kegiatan ditutup, dengan memperebutkan gunungan yang sebelumnya di kirab masyarakat. 

(*)