Klaten Bersinar

Hadapi Ancaman Global, Bupati Hamenang Ajak Dunia Usaha di Klaten Perkuat Mitigasi Ekonomi

TribunSolo.com/Ibnu DT
Rakor CSR Kabupaten Klaten 2026 di Gedung Paripurna DPRD Klaten, Kamis (9/4/2026). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN –  Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengingatkan ancaman ekonomi global yang berpotensi berdampak ke daerah, sekaligus mengajak pelaku usaha memperkuat mitigasi bersama melalui Forum CSR. 

Hal ini disampaikan dalam Rakor CSR Kabupaten Klaten 2026 di Gedung Paripurna DPRD Klaten, Kamis (9/4/2026).

Di tengah forum yang dihadiri ratusan pelaku usaha, Hamenang menyoroti dinamika global yang tidak bisa dihindari daerah.

“Tentu hari ini tantangannya luar biasa, apa apalagi kalau melihat situasi global perang antara Amerika dan Iran yang cepat atau lambat pasti dampaknya akan juga dirasakan oleh kita yang ada di Indonesia,” ujar Hamenang.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan arahan dalam Rakor Forum CSR di Gedung Paripurna DPRD Klaten, Kamis (9/4/2026), memaparkan capaian pembangunan daerah yang menunjukkan tren positif
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan arahan dalam Rakor Forum CSR di Gedung Paripurna DPRD Klaten, Kamis (9/4/2026), memaparkan capaian pembangunan daerah yang menunjukkan tren positif (TribunSolo.com/Ibnu DT)

Ia menegaskan, potensi dampak tersebut tidak hanya menyasar sektor industri, tetapi juga masyarakat secara luas.

“Mungkin berdampak ke perusahaan Bapak Ibu, mungkin juga ke masyarakat,” lanjutnya. 

Baca juga: Bupati Hamenang Ungkap Capaian Klaten 2025–2026, Kemiskinan Turun dan Pariwisata Melejit!

Suasana rapat tampak serius.

Peserta duduk rapi di kursi sidang DPRD dengan latar ruang berarsitektur khas Jawa, sementara paparan materi terpampang di layar besar di depan ruangan.

Menurut Hamenang, kondisi ini harus diantisipasi secara kolektif melalui kolaborasi pemerintah dan dunia usaha.

“Ini juga harus kita mitigasi bersama agar hal-hal yang menjadi isu strategis terjadi, bisa kita mitigasi sedini mungkin,” tegasnya.

Ia menilai Forum CSR memiliki posisi strategis sebagai jembatan komunikasi sekaligus alat respons cepat terhadap dinamika ekonomi.

Sementara itu, Ketua Forum CSR Dewi Ekosari juga mengingatkan pelaku usaha untuk adaptif terhadap turbulensi ekonomi. 

"Seperti yang sudah kita ketahui bahwa ada perang, perang Israel yang berpengaruh nanti terhadap distribusi minyak dan pastinya nanti akan terpengaruh terhadap kenaikan harga komoditi dan pangan," ungkapnya. 

"Dan sekarang terjadi stagflasi, yaitu adanya inflasi atau kenaikan harga dan juga deflasi, jadi semuanya berkaitan," imbuhnya. 

Dengan kondisi tersebut, sinergi dinilai menjadi kunci agar stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga.

Baca juga: Ajang Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas 2026: Langkah Nyata Klaten Kurangi Risiko Kecelakaan

(*)