Klaten Bersinar

Sempat Putus, Jembatan di Karangnongko Klaten Diperbaiki Lewat Program Jembatan Merah Putih Presisi

TribunSolo.com/Zharfan Muhana
MULAI DIPERBAIKI - Jembatan penghubung Dukuh Balerejo dengan Dukuh Geneng yang sempat alami putus di Desa Gumul, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, kini mulai dilakukan perbaikan. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN – Jembatan penghubung Dukuh Balerejo dan Dukuh Geneng yang sempat putus di Desa Gumul, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, kini mulai diperbaiki.

Perbaikan jembatan tersebut dilakukan melalui program Jembatan Merah Putih Presisi oleh Polres Klaten.

Pembangunan diawali dengan peletakan batu pertama yang melibatkan unsur Forkopimcam serta masyarakat setempat pada Selasa (6/4/2026).

Kapolres Klaten AKBP Moh. Faruk Rozi mengatakan, pembangunan jembatan ini merupakan bentuk kontribusi Polri dalam membantu masyarakat, khususnya dalam pemulihan infrastruktur yang berperan penting bagi kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Dibangun Sejak 1985, Jembatan Kalikuning Direvitalisasi, Akses Warga Trucuk Klaten Kini Lebih Aman

“Alhamdulillah, pagi ini kita bisa melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi,” ujarnya.

Faruk menambahkan, pihaknya menargetkan pembangunan jembatan dapat selesai dalam waktu dekat.

“Insyaallah, kami targetkan satu sampai dua bulan sudah bisa dipergunakan oleh masyarakat,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan, jembatan yang dibangun akan memiliki ukuran lebih lebar dibandingkan sebelumnya.

“Jembatan ini kami buat lebih lebar, sekitar 3,5 meter, sehingga dapat dilalui kendaraan roda empat. Selain itu, desainnya dibuat miring agar memudahkan manuver kendaraan,” jelas Faruk.

Sementara itu, Camat Karangnongko, Erni Kusumawati, mengapresiasi kontribusi Polres Klaten dalam pembangunan jembatan tersebut.

Menurutnya, keberadaan jembatan ini akan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat, terutama dalam mempercepat akses antarwilayah.

“Insyaallah, ini bisa memberikan manfaat besar, karena jembatan ini merupakan akses pendidikan sekaligus mendukung peningkatan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: 18 Pelajar Klaten Tewas Karena Kecelakaan, Bupati Hamenang: Ini Warning Luar Biasa, Jadi PR Besar

Jembatan tersebut juga mampu mempersingkat waktu tempuh warga dibanding harus memutar melalui tepi desa.

“Bisa mempersingkat perjalanan sekitar 10 menit. Dalam bidang ekonomi, 10 menit itu sangat berarti,” tambahnya.

Sebelumnya, Jembatan Gumul rusak akibat tergerus arus sungai pada Februari 2026. Selain memutus akses jalan, kejadian tersebut juga menyebabkan terputusnya aliran air dari pipa Pamsimas.

Perbaikan pipa Pamsimas sendiri telah dilakukan segera setelah kejadian.

(*)