Klaten Bersinar

Curhat Lingga Harus Berpisah dengan Sapi Kurban Presiden: Rasanya Sudah Seperti Anak Sendiri

TribunSolo.com/Ibnu DT
PETERNAK SAPI - Lingga Praditya berdiri di samping sapi Bima Seta di kandang Desa Dompyongan, Klaten, Jumat (15/5/2026), yang telah dirawat sejak kecil dan kini terpilih sebagai hewan kurban Presiden. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo  

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN – Lingga Praditya (25) seorang peternak sekaligus putra kedua dari Sugeng Raharjo (53) di Klaten, mengaku sedih harus berpisah dengan sapi Bima Seta yang dirawatnya sejak kecil setelah terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto.

Di kandang yang sama, Lingga tampak akrab dengan sapi-sapinya.

Ia rutin berinteraksi setiap hari, menciptakan kedekatan emosional yang kuat.

“Yang pertama karena ingin menjadi generasi penerus. Kedua karena hobi dengan sapi,” katanya.

Menurutnya, kedekatan dengan sapi bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari keseharian.

Baca juga: Peternak di Desa Dompyongan Klaten Ungkap Cara Rawat Sapi Hampir 1 Ton, Biayanya Rp70 Ribu Sehari

“Asiknya itu ya karena berawal dari hobi, dari suka dulu jadi senang, hati seneng,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pendekatan personal menjadi kunci agar sapi mudah dikendalikan dan tumbuh optimal.

“Untuk perawatan maksimal itu, sapi dimandiin, dirawat tiap hari dipegang dan dielus-elus. Ada interaksi terus tiap hari,” paparnya.

Untuk Bima Seta, perlakuan khusus lebih difokuskan pada peningkatan porsi pakan.

“Perlakuan khusus itu hanya makanan, ditambah porsinya,” katanya.

Namun, di balik kebanggaan karena sapinya terpilih, Lingga menyimpan rasa kehilangan.

“Ada sedih tapi juga ada senangnya,” ujarnya.

“Sedih karena harus berpisah dengan hewan peliharaan yang sudah lama dirawat. Karena rasanya udah seperti anak,” Ia menambahkan.

Baca juga: Sapi Jumbo Bima Seta Hampir 1 Ton Asal Klaten Dipilih Presiden Prabowo untuk Kurban, Ini Kisahnya

(*) 

Tags #
sapi kurban