E-Katalog Tak Kunjung Dirilis, Pengadaan Bus Batik Solo Trans Dilakukan Lewat Lelang
Pasalnya, e-katalog yang berisi spesifikasi bus tidak kunjung dirilis oleh pemerintah pusat, sehingga pengadaan BST menjadi molor.
Penulis: Bayu Ardi Isnanto | Editor: Daryono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Bayu Ardi Isnanto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Surakarta akhirnya melakukan lelang pengadaan bus Batik Solo Trans (BST).
Lelang terpaksa dilakukan karena regulasi dari pemerintah pusat dianggap menghambat pengadaan BST.
Pasalnya, e-katalog yang berisi spesifikasi bus tidak kunjung dirilis oleh pemerintah pusat, sehingga pengadaan BST menjadi molor.
"Maret itu Wali Kota sudah menyurati pemerintah pusat untuk merilis e-katalog, tapi tidak juga dikeluarkan," kata Kepala Dishubkominfo Surakarta, Yosca Herman Soedrajat, Senin (5/9/2016).
Herman mengatakan, kebijakan tersebut diambil dengan pertimbangan harga bus yang bakal semakin mahal seiring berjalannya waktu.
"Jadinya kita lelang saja, kalau kelamaan semakin mahal nanti," lanjut dia.
Lelang tersebut menghasilkan delapan bus Hino seharga Rp 700 juta per unit.
Bus baru tersebut berkapasitas 21 kursi ditambah 15 penumpang berdiri.
"Coba kalau lelangnya Maret, kita bisa dapat sembilan," imbuhnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/bst-atau-batik-solo-trans_20160905_124048.jpg)