Sejak 1998, Edi Setia Berjualan Mainan Tradisional di Solo

Meski trend permainan tradisional menurun tak membuat Edi menyerah untuk memasarkan dagangannya.

Editor: Daryono
TribunSolo/Ahmad Hudzaifah
Edi, penjual mainan tradisional di Solo 

TRIBUNSOLOCOM, SOLO - Di zaman modern ini, permainan tradisional anak makin sulit untuk didapati.

Hal ini lantaran anak-anak beralih pada permainan modern sehingga jumlah penjual main tradisional pun menurun. 

Meski demikian, masih ada penjual mainan tradisional yang bisa ditemui. 

Edi (43) salah satunya. 

Pedagang mainan tradisional anak ini menjajakan beragam mainan tradisional.

Edi menjual mainan trdisional lantaran menekusi profesi yang diturunkan oleh kedua orang tuanya. 

Edi, penjual mainan tradisional
Edi, penjual mainan tradisional (TribunSolo/Ahmad Hudzaifah)

Warga asli Gunungkidul ini menjualkan mainan tradisional sejak tahun 1998.

Meski trend permainan tradisional menurun tak membuat Edi menyerah untuk memasarkan dagangannya. 

"Saya tidak mengkhawatirkan pada kemajuan teknologi zaman ini," kata Edi kepada TribunSolo Rabu (18/10/17).

"Mainan tradisional ini banyak, berbagai macam diantaranya gangsing, kelotekan, dekedek, suara burung, suling, dan masih banyak lagi," ujar Edi.

Harga mainan tradisional ini dijual dengan harga terjangkau dari Rp 10.000 hingga Rp. 50.000.

"Efek dari permainan tradisional ini sangatlah banyak, disaat sebelum memulai bermain, saat bermain dan setelah bermain selalu ada canda dan tawa yang membuat senang tersendiri," tambahnya lagi. (Wartawan Magang TribunSolo/ Ahmad Hudzaifah)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved