Selain Jembatan Kaca, Ini 2 Objek Wisata Baru Gunungkidul yang Instagenik

Beberapa waktu lalu, keberadaan teras kaca di Pantai Nguluran, Girikarto, Panggang, Gunungkidul, Yogyakarta sempat viral di media sosial.

Editor: Hanang Yuwono
Instagram/dasrony_
Jembatan kaca di Pantai Nguluran. 

TRIBUNSOLO.COM, GUNUNGKIDUL - Gunungkidul kini telah menjelma sebagai satu destinasi wisata di Yogyakarta.

Dulu, kabupaten seluas 1.485 km² tersebut dikenal sebagai satu daerah yang gersang nan tandus.

 Namun sejak beberapa tahun belakangan, wisata di Gunungkidul mulai menggeliat.

Terlebih saat mulai dibukanya deretan pantai di pesisir selatan Yogyakarta yang tak kalah indah dengan pantai lain di DI Yogyakarta.

Baca: Komentari Kasus Terorisme, Pimpinan MTA Pusat: Terorisme Bukan Islam, Islam Bukan Terorisme

Sejak saat itu, muncul berbagai destinasi anyar di Gunungkidul yang membuat traveler semakin betah.

Beberapa waktu lalu, keberadaan teras kaca di Pantai Nguluran, Girikarto, Panggang, Gunungkidul, Yogyakarta sempat viral di media sosial.

Teras kaca tersebut dibangun di bibir jurang pantai.

Walau sedikit mengerikan, tapi pemandangan yang ditawarkan saat berdiri di jembatan kaca ini begitu menggoda.

Baca: Marc Marquez Tampil Impresif, Andrea Dovizioso Mulai Was-was

Sayangnya, beberapa waktu lalu, teras kaca tersebut sempat ditutup untuk umum.

Namun kini, warganet dengan akun Untung Basoeky lewat forum Backpacker Nusantara di Facebook, spot Instagenik sudah kembali dibuka per 10 Mei 2018.

Ditanbah di dekat teras kaca terdapat satu spot baru yang tak kalah menantang, yaitu The Giant Chair alias Kursi Raksasa.

Di Kursi Raksasa tersebut, pengunjung bisa berfoto dengan latar belakang kawasan laut pantai selatan Jawa.

(FACEBOOK.COM/Untung Basoeky)
(FACEBOOK.COM/Untung Basoeky)

Baca: Sosok Daniel, Bocah 15 Tahun yang Tewas Akibat Halau Mobil Pelaku Bom Bunuh Diri di Surabaya

Selain Kursi Raksasa, ada spot lain lagi di Gunungkidul yang cocok disambangi para pecinta selfie.

Tak lain Taman Bunga Celosia yang berada di Dukuh Nglaos, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari.

Dilansir dari Tribun Jogja, kebun bunga ini dikembangkan warga Tanjungsari, Eko Hardiyanto.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved