SiMakmur
Pemkab Sukoharjo Gelar Workshop Sertifikasi Antisipasi Keracunan MBG, Bupati Etik Ingatkan Soal ini
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo bergerak cepat menyikapi maraknya kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah di Indonesia.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Sukoharjo menggelar workshop sertifikasi bagi pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar kualitas makanan yang disajikan benar-benar terjamin.
Workshop tersebut digelar di Menara Wijaya lantai 9, Sukoharjo, dan diikuti oleh 20 SPPG yang sudah beroperasi pada Selasa (30/9/2025).
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, serta dihadiri Forkopimda Sukoharjo.
Para peserta nantinya akan dibekali dengan sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sertifikasi halal, sertifikasi UMKM, serta sertifikasi penjamah makanan.
Baca juga: Luar Biasa! Baru Pertama Ikut Pemkab Sukoharjo Langsung Sabet Juara 2 DTGI Award 2025
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menegaskan program Makan Bergizi Gratis merupakan langkah strategis pemerintah dalam menekan angka stunting sekaligus memastikan anak-anak mendapatkan gizi yang cukup.
Karena itu, kualitas dan kebersihan makanan harus menjadi prioritas utama.
“Harapan kami, SPPG ini dikelola dengan baik, jangan sampai disalahgunakan. Jangan mengejar banyaknya jumlah makanan tetapi mengabaikan mutu dan kualitas. Jangan sampai kejadian yang pernah menimbulkan trauma di Dukuh terulang kembali,” ujar Etik, Selasa (30/9/2025).
Etik juga memberikan arahan teknis kepada para pengelola SPPG, termasuk dalam memilih bahan baku dan buah-buahan yang lebih tahan lama serta higienis.
Menurutnya, buah dengan kulit alami seperti pisang, jeruk, salak, atau sawo lebih aman dibanding buah kupas yang mudah basi seperti melon atau pepaya.
Baca juga: Bupati Etik Cek Kegiatan Donor Darah dan Pengobatan Gratis di Acara HUT ke-70 Kodim Sukoharjo
“Untuk tahu tempe, bisa divariasikan bentuknya agar menarik bagi anak-anak, misalnya dibuat nugget, bola-bola bakso, atau perkedel,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo, Abdul Haris, menjelaskan saat ini terdapat 20 SPPG yang sudah beroperasi dan 16 SPPG lainnya sedang dalam tahap persiapan.
Ia menegaskan Dinas Kesehatan akan melakukan pembinaan khusus agar semua pengelola benar-benar siap menerima sertifikasi sebelum melayani konsumsi anak-anak.
“Kami ingin memastikan seluruh SPPG benar-benar layak, mulai dari bahan baku, sarana prasarana, hingga higienitas penyajian makanan,” tegas Abdul Haris.
Dengan langkah cepat ini, Pemkab Sukoharjo berharap program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi tumbuh kembang anak-anak di Kabupaten Sukoharjo.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Workshop-sertifikasi-MBG.jpg)