SiMakmur

Sukoharjo Bakal Punya Pabrik Pengolah Sampah di Desa Mulur, Kurangi Sampah Plastik 200 Ton Perhari!

TribunSolo.com
ILUSTRASI - Petugas pengangkut sampah dari DLH Sukoharjo saat dengan mengangkut sampah dari TPS Kartasura ke Truk. Bakal Ada Pabrik Pengolah Sampah di Desa Mulur, Jadi Angin Segar DLH Sukoharjo Kurangi Sampah Plastik 200 Ton Perhari 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Upaya Pemerintah Kabupaten Sukoharjo dalam mengurangi volume sampah plastik segera mendapat angin segar.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo akan terbantu dengan hadirnya pabrik daur ulang sampah plastik yang akan dibangun di Desa Mulur, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo.

Pabrik tersebut akan dikelola oleh PT Sekawan Bersih Barokah dengan nilai investasi mencapai Rp2,2 miliar.

Fasilitas pengolahan ini diperkirakan memiliki kapasitas hingga 200 ton sampah plastik, yang akan diolah menjadi biji plastik siap pakai.

Langkah ini diawali dengan penandatanganan kerja sama antara PT Sekawan Bersih Barokah dan pengurus BUM Desa Mulur, Kecamatan Bendosari. Penandatanganan dilakukan di sela kegiatan Optimalisasi Dana Desa dan Launching Program Satu Desa Satu Program Unggulan di Gedung Menara Wijaya Sukoharjo, Kamis (18/9/2025) lalu.

Baca juga: Info Even Maraton di Sukoharjo: Pemkab Gelar Fun Run Sukoharjo Playon 2025, Diikuti 1.600 Peserta!

Kepala DLH Sukoharjo, Agus Suprapto, membenarkan rencana pendirian pabrik tersebut. Ia menjelaskan, pihak investor telah berkoordinasi dengan DLH sejak awal.

“Dari investor memang sudah komunikasi dengan kami. Salah satunya, dulu merupakan mantan pendamping dari USAID Selaras, lembaga pembangunan internasional asal Amerika yang kini sudah tidak beroperasi,” ujarnya, Rabu (15/10/2025).
Menurut Agus, Desa Mulur dipilih karena memiliki potensi besar dalam pengelolaan sampah. Lokasi tersebut dinilai strategis dan sudah memiliki sistem pengelolaan sampah yang aktif di tingkat desa.

“Dia tahu potensinya kalau Mulur itu bagus untuk pengolahan sampah, sehingga kami arahkan ke sana. Nantinya juga akan berkoordinasi dengan bank sampah lainnya, karena pengelolaan ini tidak hanya di Mulur saja,” tambahnya.

Lebih lanjut, Agus menyebutkan bahwa pabrik tersebut akan berfokus pada pengolahan sampah plastik melalui proses pencucian, pemotongan, dan daur ulang menjadi biji plastik.

Ia juga mengungkapkan bahwa pembangunan fisik pabrik telah dimulai dan proses perizinan tengah berjalan.

“Beberapa mesin sudah mulai datang dan diuji coba. Targetnya, pembangunan selesai sekitar bulan November. Infrastruktur utama sudah berdiri di atas tanah milik Pemerintah Desa Mulur yang dikelola bersama BUMDes,” jelasnya.

DLH Sukoharjo menilai, kerja sama antara Pemkab Sukoharjo, BUMDes, dan pihak swasta ini diharapkan mampu menjadi solusi konkret untuk mengurangi timbunan sampah plastik yang selama ini membebani Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mojorejo di Bendosari.

“Setiap hari, volume sampah yang masuk ke TPA Mojorejo lebih dari 200 ton. Dengan adanya pabrik ini, diharapkan sebagian besar sampah plastik bisa diolah langsung di daerah dan tidak menumpuk di TPA,” pungkas Agus.

Baca juga: Bupati Etik Salurkan Bantuan Baznas Senilai Rp366,5 Juta untuk 172 Warga Sukoharjo, Ini Harapannya

(*)