SiMakmur
Pemkab Sukoharjo Raih Rekor MURI Setelah Menggelar Wayang Kulit Sepekan Nonstop! Ada 58 Dalang Cilik
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
SUKOHARJO, SUKOHARJO - Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, resmi menerima piagam penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas suksesnya penyelenggaraan pementasan wayang kulit selama sepekan penuh tanpa henti.
Pelaksanaan wayang kulit dan penyerahan penghargaan tersebut dilaksanakan di Taman Budaya Suryani pada Kamis (27/11/2025).
Selain itu, acara ini digelar memperingati perayaan hari wayang nasional.
Pementasan wayang kulit yang berlangsung selama tujuh hari nonstop ini dilakukan oleh pelajar dan mahasiswa dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Sukoharjo.
Baca juga: Bupati Sukoharjo Etik Suryani Tak Masalah Pemangkasan TKD Rp 194M Tahun 2026, Minta Tingkatkan PAD
Dalam catatan MURI, pagelaran tersebut melibatkan 58 dalang, 120 pengrawit, dan 30 swarawati, sehingga berhasil mencatatkan rekor nasional dengan nomor 12530/R.MURI/XI/2025, yang ditandatangani oleh Ketua Umum MURI, Jaya Suprana.
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menegaskan wayang merupakan salah satu seni pertunjukan tradisional yang memiliki nilai historis dan filosofis mendalam bagi masyarakat Indonesia.
“Melalui wayang kita diajarkan nilai-nilai luhur seperti kebenaran, keadilan, kasih sayang, dan kebijaksanaan yang menjadi fondasi dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Bupati Etik.
Etik menambahkan, wayang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Jawa dan telah diakui secara internasional sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO.
Pemerintah Indonesia juga telah menetapkan 7 November sebagai Hari Wayang Nasional sebagai bentuk penghargaan terhadap seni tradisi tersebut.
Menurut Bupati, pencapaian rekor MURI ini bukan sekadar kebanggaan, tetapi sekaligus menjadi pengingat tanggung jawab bersama untuk terus melestarikan kesenian wayang, terutama di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.
Ia berharap generasi muda, khususnya Gen Z di Sukoharjo, semakin mencintai dan mengenal wayang sebagai bagian dari warisan budaya leluhur.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo, Havid Danang, menegaskan kegiatan tersebut bukan hanya seremoni ataupun upaya mengejar rekor.
Baca juga: Bupati Etik Kukuhkan Ketua Ranting PSHT se-Cabang Sukoharjo, Ingatkan Peran Generasi Muda
“Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan implementasi nyata dalam menjaga dan melestarikan budaya, khususnya melalui muatan lokal di masing-masing sekolah,” jelasnya.
Havid menyebutkan kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) menjadi bagian penting dalam mendukung visi dan misi Bupati Sukoharjo, yakni Sukoharjo Berkarakter dan Spektakuler.
Ia menegaskan para pelajar yang terlibat dalam pementasan ini merupakan generasi penerus bangsa yang memiliki kewajiban untuk menjaga, merawat, dan terus melestarikan budaya.
“Pelajar adalah pilar bangsa. Mereka wajib melestarikan budaya termasuk wayang yang sudah diakui UNESCO. Ini juga menjadi bagian dari menanamkan karakter dan budi pekerti pada siswa,” tambahnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Bupati-Etik-terima-Museum-Rekor-Dunia-Indonesia-MURI.jpg)