SiMakmur

Pembangunan Pujasera Segera Dimulai! 2 Gedung dan Lapangan Tenis di Alun-Alun Sukoharjo Dibongkar

TribunSolo.com/Anang Maruf Bagus Yuniar
DIBONGKAR - 2 bangunan dan satu tempat olahraga tenis di kawasan Alun-Alun Satya Negara Kabupaten Sukoharjo mulai di bongkar. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Dua bangunan dan satu tempat olahraga tenis di kawasan Alun-Alun Satya Negara Kabupaten Sukoharjo mulai dibongkar.

Bangunan tersebut yakni gedung bekas gedung bekas Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) dan gedung sekolah Tamak Kanak-Kanak (TK) tedalan, kemudian lapangan tenis.

Pembongkaran tersebut tak lain guna merealisasikan penataan kawasan Alun-Alun Satya Negara Sukoharjo yang diawali dengan pembangunan pusat jajanan serba ada (Pujasera).

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) Sukoharjo Sumarno menjelaskan, untuk melaksanakan salah satu proyek strategis Bupati dan Wakil Bupati Sukoharjo untuk pembangunan gedung Pujasera harus meratakan tiga tempat.

Baca juga: Anugerah Keterbukaan Informasi Pemkab Sukoharjo, OPD Berprestasi Terima Penghargaan dari Bupati Etik

"Pembongkaran sejumlah bangunan ini bersamaan dengan penghapusan aset bangunan lama. Setelah rata dengan tanah, penataan masuk tahapan lelang," ujar Sumarno, Kamis (8/1/2026).

Sementara itu, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, mengatakan fokus utama revitalisasi alun-alun tahap pertama adalah pembangunan pujasera sebagai sentra kuliner yang lebih tertata dan nyaman.

“Tahun 2026, rencana awal kita membuat pujasera dulu. Lokasinya di lapangan tenis Budi Kridasena di utara alun-alun,” ujar Etik, Sabtu (20/12/2025).

Untuk merealisasikan pembangunan tersebut, Pemkab Sukoharjo akan melakukan pembongkaran sejumlah bangunan yang ada di lokasi.

Di antaranya bangunan Taman Kanak-kanak (TK) Teladan, lapangan tenis, serta bekas kantor Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Diporapar) Sukoharjo.

Etik menjelaskan, pujasera tersebut dirancang mampu menampung sekitar 100 pedagang.

Konsep yang diusung adalah kawasan kuliner yang rapi, modern, dan ramah pengunjung.

“Nanti konsepnya warung-warung berada di pinggir. Di tengah untuk orang makan, ada atapnya, tanaman hijau, dan parkir berada di luar bangunan,” jelasnya.

Baca juga: 162 Desa di Sukoharjo Ikuti Pilkades Serentak Akhir 2026, Kecamatan Nguter Jadi Wilayah Terbanyak

Selain pembangunan pujasera, Pemkab Sukoharjo juga merencanakan perluasan area Alun-Alun Satya Negara.

Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah dengan meniadakan satu sisi trotoar di sekitar alun-alun.

“Trotoar nanti hilang satu, supaya lebih luas. Jadi alun-alun benar-benar terbuka untuk warga Sukoharjo, terutama untuk berolahraga dan aktivitas publik lainnya,” tandas Etik.

Dengan penataan tersebut, Pemkab Sukoharjo berharap kawasan Alun-Alun Satya Negara dapat menjadi ruang publik yang lebih representatif, tertib, dan nyaman, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi para pedagang secara lebih terpusat dan terkelola.

(*)