SiMakmur

Gratis Nonton Film di Mini Teater Perpustakaan Sukoharjo Berkapasitas 50 Orang, Simak Cara Daftarnya

TribunSolo.com/Anang Maruf Bagus Yuniar
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sukoharjo menghadirkan konsep kekinian di gedung barunya yang berlokasi di Kelurahan Mandan, Kecamatan Sukoharjo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Mini teater di Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Sukoharjo kini menjadi salah satu fasilitas favorit masyarakat. 

Meski hanya berkapasitas 50 orang, animo warga untuk menikmati pemutaran film gratis terbilang tinggi sejak dibuka awal tahun 2026.

Bagi masyarakat yang ingin menonton, pendaftaran dilakukan secara daring melalui aplikasi Sibonar. 

Kuota akan ditutup apabila jumlah pendaftar telah memenuhi kapasitas yang tersedia.

Konten video yang ditayangkan di mini teater tersebut tidak sekadar hiburan, melainkan juga mengandung unsur edukatif dan literasi. 

Beberapa di antaranya menampilkan dokumentasi sejarah dan potensi Kabupaten Sukoharjo, termasuk situs bersejarah seperti Makam Balakan serta kekayaan budaya daerah lainnya.

Baca juga: Ada Mini Teater Perpustakaan Sukoharjo! Hidden Gem yang Belum Banyak Diketahui Warga, Yuk Mampir

Namun demikian, pihak perpustakaan juga menyesuaikan tayangan dengan segmentasi usia penonton. 

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sukoharjo, Iwan Setiyono, mengatakan untuk anak-anak TK, biasanya diputar film animasi atau film ramah anak. 

Sementara bagi pelajar SMP, SMA hingga masyarakat umum, film disesuaikan dengan kategori umur dan tetap mengandung unsur edukatif.

“Kami sesuaikan dengan usia pengunjung. Prinsipnya tetap ada muatan literasi dan edukasi,” ujar Iwan, Kamis (12/2/2026).

Selain dibuka untuk umum, fasilitas mini teater juga dapat dimanfaatkan sekolah yang mengajukan kunjungan literasi. 

Jika jumlah peserta melebihi kapasitas, pemutaran dilakukan secara bergantian.

Dengan konsep tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sukoharjo berharap perpustakaan tidak lagi dipandang sekadar sebagai tempat membaca buku, melainkan menjadi ruang edukasi yang interaktif, menarik, dan ramah bagi semua kalangan masyarakat.

Baca juga: Bupati Etik Suryani Ungkap Tantangan Pendidikan di Era Teknologi Saat Musda Sekolah Islam Sukoharjo

(*)