SiMakmur

Pujasera Sukoharjo Masuk Tahap Studi Kelayakan dan DED, Pedagang Mulai Disosialisasi

TribunSolo.com/Anang Maruf Bagus Yuniar
DIRATAKAN - Aset gedung yang sudah dibongkar Pemkab Sukoharjo guna pembangunan gedung Pujasera, Selasa (27/1/2026). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Proses pembangunan Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) di Kabupaten Sukoharjo kini memasuki tahapan Detail Engineering Design (DED).

Proyek strategis tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah untuk penataan kawasan perkotaan, khususnya sebelum dilakukan penataan Alun-Alun Sukoharjo.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukoharjo, Abdul Haris Widodo menyebutkan, proyek Pujasera telah diupayakan sejak November 2025 dan menjadi bagian dari 10 proyek strategis yang dikawal persiapannya secara intensif.

Baca juga: Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa di Sukoharjo Senin 23 Februari 2026 : Yuk Cek Waktu Adzan Maghrib

“Untuk proyek strategis ini sudah kami upayakan sejak November 2025, ada 10 itu sudah kami kawal persiapannya. Misalnya ada masalah apa sudah kami pitani pribahasanya, harapan kita nanti ini yang segera bisa mulai,” ungkapnya, Senin (23/2/2026).

Dari sejumlah proyek tersebut, pembangunan Pujasera disebut menjadi yang paling awal bakal direalisasikan.

Saat ini tahapan DED, dan proses selanjutnya adalah penyusunan kontrak serta tahapan administratif lainnya sebelum pekerjaan fisik dimulai.

“Ini paling awal kemungkinan Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera), semoga nanti segera ditutup, kita segera sosialisasi kepada pedagang. Sebetulnya sudah mulai sosialisasi pedagang. Harapan kami tahun ini selesai, kemudian tahun depan alun-alun kita tata,” jelasnya.

Pembangunan Pujasera diprioritaskan agar para pedagang memiliki lokasi relokasi yang layak sebelum dilakukan penataan kawasan Alun-Alun Sukoharjo agar lebih representatif dan tertata.

Menurutnya, jika penataan alun-alun dilakukan lebih dulu tanpa menyiapkan tempat relokasi, maka pedagang akan kesulitan menjalankan aktivitas usaha.

Karena itu, penyelesaian Pujasera tahun ini menjadi kunci keberhasilan penataan kawasan pusat kota pada tahun berikutnya.

Baca juga: Diawali di Masjid Sudan Trangsan, Bupati Etik dan Forkopimda Sukoharjo Bakal Tarawih Keliling

“Apabila yang ditata alun-alun dulu, pedagang tidak punya tempat. Tahun ini pedagang diprioritaskan di Pujasera. Kemarin DED-nya sudah selesai, ini nanti tinggal tahapan menyusun kontrak dan lain sebagainya. Setelah itu nanti tahun depan alun-alun yang lebih presentatif,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) Sukoharjo, Sumarno, menjelaskan penyusunan DED menjadi tahapan krusial sebelum proyek masuk ke proses lelang dan pelaksanaan fisik.

Menurutnya, dokumen DED mencakup berbagai aspek penting, mulai dari gambar perencanaan, rencana anggaran biaya (RAB), hingga spesifikasi teknis pekerjaan.

Seluruh dokumen tersebut disusun secara detail guna memastikan proyek dapat dilaksanakan sesuai perencanaan dan standar yang ditetapkan.

"Detail Engineering Design (DED) sudah sampai ke Bupati (paparan). Ini masih Study Kelayakan," singkatnya.


Dengan tahap perencanaan teknis, pemerintah berharap pembangunan fisik Pujasera dapat segera dimulai dan selesai sesuai target, sehingga penataan wajah pusat Kota Sukoharjo dapat berjalan bertahap dan terintegrasi.

Baca juga: 27 Warga Kurang Mampu di Sukoharjo Terima Bantuan RTLH, Bupati Etik Suryani Pastikan Tepat Sasaran

(*)