SiMakmur

Uji Kesiapsiagaan! Simulasi Demo Anarkis di Sukoharjo Libatkan Ratusan Peserta, Ada yang Bela Diri

TribunSolo.com/Anang Maruf Bagus Yuniar
SIMULASI UNJUK RASA - Ratusan mahasiswa dan warga tampak memadati halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo dalam sebuah aksi unjuk rasa yang berlangsung menegangkan, Kamis (23/4/2026). 

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Suasana tegang menyelimuti halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo, Kamis (23/4/2026). Ratusan mahasiswa dan warga tampak memadati area tersebut dalam sebuah aksi unjuk rasa yang terlihat memanas.

Aparat gabungan dari kepolisian dan TNI pun bersiaga penuh, mengamankan jalannya aksi dengan pengawasan ketat.

Namun, di balik ketegangan itu, aksi tersebut ternyata bukan demonstrasi sungguhan. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari simulasi penanganan unjuk rasa yang digelar oleh Polres Sukoharjo untuk menguji kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Simulasi ini dipimpin langsung oleh Kapolres Sukoharjo, Anggaito Hadi Prabowo, serta dihadiri oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Baca juga: Bantuan Santunan Kematian untuk Warga Kurang Mampu, Bupati Sukoharjo Etik: Gunakan Sebaik-baiknya

Dalam keterangannya, Bupati Etik Suryani menegaskan pentingnya kegiatan semacam ini sebagai langkah antisipatif menghadapi kemungkinan gangguan kamtibmas, terutama di pusat pemerintahan.

“Latihan ini sangat penting untuk melihat kesiapan petugas gabungan dalam mengantisipasi gangguan kamtibmas,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa simulasi ini bertujuan meningkatkan kemampuan serta memperkuat sinergi antarinstansi.

Pasalnya, kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Polres Sukoharjo, Kodim 0726, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga pemadam kebakaran.

Simulasi penanganan unjuk rasa yang digelar oleh Polres Sukoharjo guna menguji kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Kamis (23/4/2026).
Simulasi penanganan unjuk rasa yang digelar oleh Polres Sukoharjo guna menguji kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Kamis (23/4/2026). (TribunSolo.com/Anang Maruf Bagus Yuniar)

Sementara itu, Kapolres Anggaito Hadi Prabowo menjelaskan bahwa skenario latihan dirancang menyerupai kondisi nyata, termasuk situasi unjuk rasa yang berujung anarkis.

“Latihan ini menggambarkan kegiatan masyarakat yang berimplikasi pada kontingensi, yakni adanya unjuk rasa yang berakhir anarkis. Kami berkolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI, dan stakeholder lainnya,” jelasnya.

Dalam simulasi tersebut, ratusan peserta berperan sebagai massa aksi yang menyampaikan tuntutan hingga memicu ketegangan. Aparat kemudian melakukan berbagai tahapan penanganan, mulai dari negosiasi hingga pengendalian massa.

Baca juga: Pantau Banjir Grogol dan Baki, Bupati Sukoharjo Etik Suryani Pastikan Ada Solusi Normalisasi Sungai

Latihan ini merupakan bagian dari Pelatihan Pengendalian Huru-Hara (PHH) yang mengacu pada prosedur bertahap, yakni kondisi hijau (aman), kuning (waspada), hingga merah (anarkis). Setiap fase diperagakan secara detail, termasuk tindakan tegas terhadap pelaku kerusuhan.

Tak hanya itu, para personel juga menunjukkan kemampuan bela diri, kerja sama tim, serta penggunaan perlengkapan pendukung di lapangan. Aksi-aksi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan aparat menghadapi situasi darurat.

Secara keseluruhan, sebanyak 519 personel diterjunkan dalam latihan ini. Rinciannya, sekitar 400 personel dari Polres Sukoharjo, serta dukungan sekitar 60 personel dari unsur TNI dan instansi pemerintah daerah.

Ke depan, hasil dari simulasi ini akan dievaluasi sebagai bahan perbaikan guna meningkatkan efektivitas penanganan situasi serupa.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergitas antarinstansi semakin solid, sekaligus mampu memberikan jaminan rasa aman bagi masyarakat dalam berbagai kondisi.

Baca juga: Jam Buka Perpusatakaan Sukoharjo Grha Pustaka yang Telah Diresmikan 31 Maret 2026 oleh Bupati Etik

(*)