SiMakmur

Kolaborasi Pemdes Triyagan Sukoharjo dan Seniman SESAJI, Bagi-bagi Sembako dan Cek Kesehatan Gratis

TribunSolo.com/Anang Maruf Bagus Yuniar
Aksi kepedulian sosial dilakukan Pemerintah Desa Triyagan, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, bersama komunitas Seniman Satu Jiwa (SESAJI) Sukoharjo dengan menggelar bakti sosial untuk masyarakat kurang mampu, Senin (25/5/2026). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Pemerintah Desa Triyagan, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, bersama komunitas Seniman Satu Jiwa (SESAJI) Sukoharjo menggelar aksi bakti sosial bagi masyarakat kurang mampu, Senin (25/5/2026).

Kegiatan tersebut diwujudkan melalui pembagian bantuan sembako, layanan pemeriksaan kesehatan gratis, hingga donor darah yang melibatkan berbagai elemen kemanusiaan di wilayah Sukoharjo.

Kepala Desa Triyagan, Pardiyanto, mengatakan bantuan sosial yang disalurkan menyasar kalangan lansia, penyandang disabilitas, dan warga kurang mampu di sejumlah wilayah.

“Hari ini ada 20 paket untuk Mojolaban. Total 100 paket disebar di tiga kecamatan untuk lansia, disabilitas, dan warga kurang mampu,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).

Baca juga: Bupati Etik Dukung Pembatasan Gadget untuk Pelajar, Dorong Anak Kembali Gemar Membaca Buku

Menurut Pardiyanto, keberadaan SESAJI selama ini selalu mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Triyagan, mulai dari proses pembentukan hingga berbagai kegiatan sosial yang dijalankan komunitas tersebut.

“Alhamdulillah, sejak SESAJI berdiri dari nol, kami sebagai pemerintah desa selalu memberikan dukungan,” katanya.

Ia menyebut dirinya juga berperan sebagai pembina dalam komunitas tersebut, sehingga berbagai aktivitas sosial yang dilakukan SESAJI berada dalam koordinasi dan dukungan pemerintah desa.

“Saya sebagai lurah di Desa Triyagan sekaligus pembina. Yang jelas, keberadaan SESAJI berada dalam naungan pemerintah desa. Dari pembentukan hingga kegiatan sosial, kami selalu terlibat,” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator SESAJI, Edi, mengatakan kegiatan sosial tersebut terlaksana melalui kolaborasi antara Pemerintah Desa Triyagan, Yayasan Tangan Baik Solo Raya (TBSR), PMI Sukoharjo, dan Puskesmas Mojolaban.

Menurutnya, kegiatan itu tidak sekadar aksi sosial biasa, tetapi juga bentuk kepedulian para seniman terhadap masyarakat di wilayah perbatasan Sukoharjo-Karanganyar.

“Sebuah kolaborasi apik tercipta ketika para seniman yang tergabung dalam SESAJI bergandengan tangan dengan Yayasan Tangan Baik Solo Raya, PMI Sukoharjo, dan Puskesmas Mojolaban,” ujarnya.

Baca juga: Ratusan Warga Kurang Mampu di Sukoharjo Dapat Bantuan, Bupati Etik Harap Tak Ada Anak Putus Sekolah

Selain pembagian sembako, ratusan warga juga memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah yang digelar di lokasi kegiatan.

Edi menjelaskan, kegiatan sosial tersebut sekaligus digelar untuk memperingati Hari PMI Internasional yang jatuh pada 8 Mei serta menyambut Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni mendatang.

“Berbeda dari biasanya, kali ini kami berkolaborasi dengan Yayasan Tangan Baik Solo Raya. Kami juga dibantu PMI dan Puskesmas Mojolaban,” katanya.

Ia menambahkan, konsep kegiatan dibuat dengan pendekatan jemput bola agar masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses layanan kesehatan dapat memperoleh pelayanan langsung di lingkungan tempat tinggal mereka.

Sementara itu, Ketua PMI Sukoharjo, Kunari Mahanani, mengapresiasi inisiatif sosial yang lahir dari masyarakat tersebut.

Menurutnya, PMI tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dan kepedulian masyarakat.

Baca juga: Setahun Etik Suryani – Eko Sapto Purnomo Pimpin Sukoharjo, Genjot Infrastruktur hingga Umroh Gratis

“Banyaknya undangan kegiatan dari masyarakat seperti ini menunjukkan bahwa warga Sukoharjo memiliki empati dan kepedulian yang sangat tinggi,” ungkap Kunari.

Ia berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut dan menjadi gerakan kemanusiaan jangka panjang di Kabupaten Sukoharjo.

“PMI selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin melangkah bersama dalam misi kemanusiaan,” tandasnya.

(*)