SiMakmur

Hari Pertama SPMB SMP 2026 di Kabupatsn Sukoharjo, Bupati Etik Pantau Pendaftaran di 2 Sekolah

TribunSolo.com/Anang Maruf Bagus Yuniar
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani melakukan pemantauan langsung pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Tahun 2026 di hari pertama pendaftaran, Senin (8/6/2026). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Bupati Sukoharjo, Etik Suryani melakukan pemantauan langsung pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Tahun 2026 di hari pertama pendaftaran, Senin (8/6/2026). 

Kunjungan dilakukan di dua sekolah, yakni SMP Negeri 2 Polokarto dan SMP Negeri 1 Grogol, didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo.

Dalam pemantauan tersebut, Bupati memastikan proses pendaftaran berjalan lancar tanpa kendala berarti. 

Ia juga mengecek langsung kesiapan sekolah dalam memberikan pelayanan kepada calon peserta didik dan orang tua yang datang mendaftar.

"Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Harapan kami mudah-mudahan apa yang ditargetkan dari masing-masing sekolah bisa terpenuhi," ujarnya, (8/6/2026).

Baca juga: Pembangunan Masjid Kartasura Sukoharjo Dimulai, Bupati Etik Harap Bisa Jadi Pusat Kegiatan Umat

Dari hasil pantauan, jumlah pendaftar di masing-masing sekolah menunjukkan perkembangan yang berbeda. 

Di SMP Negeri 2 Polokarto, jumlah pendaftar pada hari pertama tercatat sebanyak 56 siswa dari target penerimaan 126 siswa.

Sementara itu, di SMP Negeri 1 Grogol, jumlah pendaftar telah mencapai lebih dari 500 siswa, melebihi kuota yang tersedia sebanyak 320 siswa.

Menurut Bupati, tingginya minat masyarakat terhadap sekolah negeri menunjukkan meningkatnya kepercayaan orang tua terhadap kualitas pendidikan yang diberikan oleh sekolah-sekolah negeri di Sukoharjo.

Ia berharap masyarakat semakin mencintai dan memilih sekolah negeri, baik jenjang SD, SMP maupun SMA, karena kualitasnya dinilai tidak kalah dengan sekolah swasta.

"Pemerintah Kabupaten Sukoharjo bersama Dinas Pendidikan terus berupaya memperbaiki dan mempercantik fasilitas sekolah-sekolah negeri. Kami ingin sekolah negeri semakin berkualitas dan menjadi pilihan utama masyarakat," katanya.

Selain peningkatan sarana dan prasarana, Pemkab Sukoharjo juga terus mendorong penguatan pendidikan karakter dan keagamaan melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

Salah satu program yang terus dikembangkan adalah pembiasaan setoran hafalan surat-surat Al-Qur'an, baik surat pendek maupun surat panjang, sebagai bagian dari pembentukan karakter religius peserta didik.

Baca juga: Sukoharjo Luncurkan SD Unggulan, Bupati Etik Ingin Kembalikan Kepercayaan Warga ke Sekolah Negeri

"Kami berharap program-program tersebut dapat memotivasi anak-anak untuk mau bersekolah di sekolah negeri dan meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Sukoharjo," tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga memastikan tidak ada keluhan dari masyarakat terkait proses pendaftaran. 

Seluruh calon peserta didik dan orang tua disebut mendapatkan pelayanan yang baik dari pihak sekolah.

Ia menegaskan bahwa proses penerimaan siswa baru harus berjalan secara objektif, transparan, dan bebas dari praktik titip-menitip.

"Tidak ada titip-titipan. Semua harus diterima secara objektif. Prosesnya alami, mulai dari pendaftaran, pengisian formulir, kemudian diinput ke sistem, dan hasilnya akan diketahui melalui komputer. Semua jelas dan transparan," tegasnya.

Pemkab Sukoharjo berharap pelaksanaan SPMB 2026 dapat berlangsung tertib, transparan, serta memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh calon peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas.

Baca juga: Ratusan Warga Kurang Mampu di Sukoharjo Dapat Bantuan, Bupati Etik Harap Tak Ada Anak Putus Sekolah

(*)