SiMakmur
Bupati Etik Terus Berupaya Tekan Angka Kemiskinan di Sukoharjo, Salah Satunya Lewat Program RTLH
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Etik Suryani kembali menunjukkan komitmennya dalam menekan angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Sukoharjo melalui program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Pada Jumat (12/6/2026), bantuan RTLH kembali disalurkan kepada warga di tiga kecamatan sebagai upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat kurang mampu.
Sebanyak 21 warga menjadi penerima bantuan yang tersebar di tiga wilayah, yakni Kecamatan Grogol, Mojolaban, dan Polokarto.
Rinciannya, empat penerima berasal dari Kecamatan Grogol, tiga belas penerima dari Kecamatan Mojolaban, dan empat penerima lainnya berada di Kecamatan Polokarto.
Baca juga: Bupati Etik Suryani Salurkan Bantuan RTLH di 3 Kecamatan Sukoharjo, Total Rp257 Juta untuk 21 Warga
Bantuan yang diberikan memiliki nominal berbeda-beda, mulai dari Rp5 juta hingga Rp20 juta untuk masing-masing penerima.
Besaran bantuan tersebut disesuaikan dengan kondisi rumah warga yang akan diperbaiki, sehingga proses renovasi dapat berjalan sesuai kebutuhan.
Bupati Etik mengatakan, penyaluran bantuan RTLH kali ini melibatkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp257 juta dan bersumber dari dana Baznas.
“Pada hari ini kami bersama Baznas dan OPD menyalurkan bantuan RTLH di 21 titik di Kabupaten Sukoharjo dengan total anggaran sebesar Rp257 juta yang bersumber dari Baznas,” ujar Etik, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, program tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat memiliki tempat tinggal yang lebih sehat, aman, dan layak huni.
Rumah yang layak dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama bagi keluarga prasejahtera.
Selain itu, Etik juga menyampaikan apresiasi kepada para muzaki yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas sehingga bantuan bagi masyarakat dapat terus berjalan.
“Dengan bantuan ini diharapkan masyarakat dapat memiliki rumah yang sehat dan layak huni. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para muzaki yang telah peduli dan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tambahnya.
Baca juga: Hari Pertama SPMB SMP 2026 di Sukoharjo, Bupati Etik Tegaskan Tak Ada Titip-titipan
Etik menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo akan terus berupaya menekan angka kemiskinan ekstrem melalui berbagai program sosial, termasuk RTLH.
Menurutnya, persoalan kemiskinan membutuhkan langkah berkelanjutan dan dukungan lintas sektor agar dapat segera teratasi.
Pemkab Sukoharjo, lanjutnya, juga membuka peluang kolaborasi lebih luas dengan berbagai pihak, baik Baznas maupun perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), guna memperbesar cakupan bantuan kepada masyarakat.
“Targetnya tidak dibatasi setiap tahun. Semakin banyak semakin baik, karena kami ingin persoalan kemiskinan ekstrem di Sukoharjo segera terselesaikan. Tentunya ini tidak bisa dilakukan sendiri, perlu kolaborasi dengan Baznas dan CSR,” pungkasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Bupati-Sukoharjo-Etik-Suryani-di-3-kecamatan.jpg)