Fakta Menarik Tentang Sukoharjo
Sejarah Desa Pranan Sukoharjo Jadi Sentra Penghasil Jambu Air yang Berkualitas dan Menyegarkan
Untuk merayakan sekaligus menjaga semangat kebersamaan, sejak tahun 2022 Pemerintah Desa menggelar Festival Jambu.
Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Ada satu desa di Kabupaten Sukoharjo yang dikenal sebagai penghasil jambu air berkualitas.
Ialah Desa Pranan, yang berada di Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, di mana hasil panennya tidak hanya dipasarkan di sekitar Sukoharjo, tetapi juga telah menjangkau berbagai daerah di Jawa.
Reputasi ini membuat Desa Pranan mendapat julukan sebagai “Desa Jambu Air.”
Namun, perjalanan menuju sebutan itu tidaklah singkat.
Kepala Desa Pranan, Sarjanto, menceritakan bahwa sebelum dikenal sebagai desa jambu, sebagian besar warganya berprofesi sebagai pedagang buah.
Hampir setiap rumah memiliki pohon buah di pekarangan, dan kala itu yang ditanam adalah kedondong.
Baca juga: Info Wisata Alam di Sukoharjo: Gunung Taruwongso, Tak Ada Tiket Masuk untuk Nikmati Pemandangan Alam
Sayangnya, kedondong dinilai kurang menguntungkan. Pohon-pohon itu kemudian diganti dengan mangga, yang sempat menjadi andalan warga.
Perubahan besar terjadi pada tahun 2014. Saat itu, warga mulai beralih menanam jambu air.
Penanaman pertama dilakukan di Dukuh Balong dengan bibit yang didatangkan dari Nayu, Nusukan, Solo.
Ternyata, jambu air tersebut laku keras di pasaran.
Melihat hasilnya yang menjanjikan, warga desa lain pun mengikuti jejak tersebut dan menanam jambu di pekarangan rumah masing-masing.
Sejak saat itulah, jambu air menjadi identitas Desa Pranan.
Hampir setiap pekarangan kini dipenuhi pohon jambu, dan desa ini pun berkembang menjadi sentra produksi jambu air di Sukoharjo.
Untuk merayakan sekaligus menjaga semangat kebersamaan, sejak tahun 2022 Pemerintah Desa menggelar Festival Jambu.
Baca juga: Rekomendasi Wisata di Karanganyar: Bukit Paralayang Kemuning, Cocok Bagi yang Hobi Memicu Adrenalin
Dalam festival ini, warga menghias sepeda motor dengan bronjong berisi jambu untuk dikirab keliling Sukoharjo.
Selain itu, ada pula lomba unik seperti balap sepeda onthel dengan keranjang berisi beban.
Kini, setelah satu dekade, Desa Pranan bukan hanya sekadar desa penghasil buah, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan warganya dalam bertransformasi dan membangun identitas baru melalui jambu air.
(*)
| Asal-usul Sukoharjo Dijuluki Kota Jamu, Berawal dari Warga Nguter 'Bedol Desa' Merantau ke Jakarta |
|
|---|
| Hari Ini HUT ke-74 Kopassus, Begini Sejarah Markas Grup-2 di Kartasura Disebut Kandang Menjangan |
|
|---|
| Asal-usul Taman Pakujoyo, dari Lahan Kosong Diubah jadi Destinasi Wisata Ikonik Sukoharjo |
|
|---|
| Asal-usul Masjid Darussalam di Kedunggudel Sukoharjo, Utuh Meski Digempur Tembakan Meriam Belanda |
|
|---|
| Asal-usul Masjid Agung Jatisobo di Sukoharjo: Dibangun pada Abad 17, Ada Legenda Pohon Jati Raksasa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Desa-Pranan-Kecamatan-Polokarto-Sukoharjo-jambu-air.jpg)