Makan Bergizi Gratis di Sragen

Muncul Masalah Keracunan hingga Sayur Kecut, Sragen Bentuk Satgas MBG 

Sragen membentuk satgas MBG untuk mengawasi jalannya distribusi dan kualitas. Ini lantaran sebelumnya ada banyak kasus di sana.

Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/ Septiana Ayu
DUGAAN KERACUNAN - Suasana posko SPPG di Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Selasa (12/8/2025). Seratusan siswa SD dan SMP di Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen diduga mengalami keracunan. Mereka mengeluhkan mual, pusing, hingga diare, usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Sejak berjalan Bulan Februari 2025, setidaknya ada 3 masalah yang muncul dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sragen.

Masalah yang timbul, mulai dari keracunan, sayur sup terasa kecut, hingga viral porsi yang disajikan dinilai tidak sesuai dengan nilai harganya.

Bupati Sragen, Sigit Pamungkas mengatakan saat ini pihaknya sudah membentuk Satgas program MBG.

Salah satu tugasnya untuk mengawasi jalannya program MBG.

"Satgas kita sudah ada, itu seluruh daerah sudah diperintahkan oleh Bapak Mendagri untuk membentuk Satgas MBG, yang tugasnya memastikan program MBG berjalan dengan baik," katanya kepada TribunSolo.com, Selasa (23/9/2025).

Baca juga: Gerakkan Roda Ekonomi, Program MBG di Jateng Mampu Berdayakan Pekerja Lokal dan Hasil Panen Petani

"Jumlah yang dicover dari program MBG ini bisa segera mencakup semuanya, lalu masalah-masalah yang muncul dalam proses memberikan MBG ini teratasi dengan baik, dan memantau dinamika yang terjadi di dalamnya," sambungnya.

Menurutnya Satgas MBG terdiri dari unsur pemerintah dan Forum Koordinasi Pimpinan di Daerah (Forkopimda).

Ia menerangkan secara teknis, ketika ada isu yang muncul ke publik, maka tugas Satgas MBG harus segera menangani dengan berkomunikasi untuk mengatasi masalah.

Sigit menyatakan satgas MBG ini dibentuk tidak termasuk untuk mengawasi berdirinya dapur-dapur SPPG yang baru terbentuk.

"Kalau perencanaan pendirian dapur SPPG itu sudah didesain sangat rapi, sudah ada petunjuk, prosedurnya, tinggal itu diikuti" jelasnya.

"Sepanjang itu diikuti, Insyaallah berjalan dengan baik, jadi tidak perlu membuat pengaturan baru," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved