Pelajar Tewas Tergencet Ekskavator
Pelajar Tewas Tergencet Ekskavator di Sukoharjo Bukan Satu-satunya yang Jalani PKL, Ada 3 Lainnya
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ada empat siswa PKL yang bertugas di perusahaan alat berat tersebut, termasuk korban.
Penulis: Zharfan Muhana | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - MBF (18), siswa SMK Muhammadiyah Cawas Klaten, yang tewas tergencet ekskavator saat menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Sukoharjo, ternyata tak sendirian menjalani PKL.
Bahkan ada tiga siswa PKL lainnya yang bertugas di perusahaan alat berat tersebut.
Akan tetapi dari empat siswa PKL tersebut, hanya MBF yang ikut naik truk towing pembawa ekskavator — kendaraan yang belakangan mengalami kecelakaan dan merenggut nyawanya.
“Tiga orang lainnya ini (saat kejadian) ada di workshop,” ujar Humas SMK Muhammadiyah Cawas, Wahyu kepada TribunSolo, saat ditemui di sekolah, Kamis (16/10/2025).
Menurut keterangan Wahyu, sebelum kecelakaan, yang sebenarnya dijadwalkan ikut dalam pengiriman alat berat adalah teman korban MBF yakni G.
Namun, G sempat turun dari truk untuk mengambil ponsel yang tertinggal di workshop.
“Yang diajak untuk ke (kirim alat) itu inisialnya G (teman korban),” jelasnya.
Baca juga: Pelajar PKL di Sukoharjo Tewas Tergencet Ekskavator, Nasib Kasusnya Tergantung Keluarga Korban
Hanya saja saat G kembali dari mengambil ponsel, truk sudah berangkat lebih dulu.
“Keluar sudah ditinggal, nah posisi G ini diambil alih sama M (korban),” ucap Wahyu.
Tak lama kemudian, kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Umum Weru–Watukelir, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, pada Selasa (14/10/2025).
Truk towing yang mengangkut alat berat ekskavator itu tak berdaya melawan gravitasi di jalanan menurun meski sudah diikat.
Ekskavator itu pun bergeser ke arah MBF berada yang membuat MBF terjepit di antara rangka dan beban alat berat.
Baca juga: Identitas Terungkap, Korban Ekskavator di Sukoharjo Siswa SMK Muhammadiyah Cawas
Korban sempat dilarikan ke RSI Cawas, namun nyawanya tak tertolong akibat luka berat yang dialami.
“Pihak sekolah turut berduka cita atas insiden ini,” kata Wahyu.
Usai kejadian, pihak sekolah memfasilitasi pertemuan antara keluarga korban, perusahaan tempat PKL, dan pemerintah desa.
Jenazah MBF dimakamkan pada hari yang sama di kampung halamannya di Klaten.
(*)
| Perusahaan Alat Berat Tempat Siswa PKL Tewas di Sukoharjo Liburkan Aktivitas 3 Hari untuk Berkabung |
|
|---|
| Pelajar PKL di Sukoharjo Tewas Tergencet Ekskavator, Bacaan Yasin Menggema di SMK Muhammadiyah Cawas |
|
|---|
| Viral Video Penolong Pelajar PKL di Sukoharjo Tergencet Ekskavator : Bukan Teman Sekolah, Siapa? |
|
|---|
| Pelajar PKL di Sukoharjo Tewas Tergencet Ekskavator, Nasib Kasusnya Tergantung Keluarga Korban |
|
|---|
| Siswa PKL Kecelakaan Ekskavator di Sukoharjo, Sekolah Klaim Sudah Tekankan Mitigasi Keselamatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Mobil-towing-bernomor-polisi-T-9061-TC-yang-membawa-alat-berat-ekskavator-dan-menewaskan-1-orang.jpg)