Kantor Pemda Sragen Lama
Tak Lagi Terpakai, Kantor Pemda Sragen Lama Mangkrak, Banyak Aset Pemerintah Tak Termanfaatkan
Sudah satu tahun lebih, Kantor Pemda Sragen yang lama di Jalan Sukowati terbengkalai setelah dipindahkan ke gedung baru
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Putradi Pamungkas
Ringkasan Berita:
- Kantor Pemda Sragen lama di Jalan Sukowati mangkrak lebih dari satu tahun setelah pindah ke gedung baru, dengan kondisi rumput tinggi, debu, dan ruangan terkunci
- Wacana pemanfaatan gedung lama, termasuk menjadi Alun-alun kembar atau ruang publik, belum terealisasi
- Banyak aset Pemda lain juga mangkrak; Bupati Sigit Pamungkas menyatakan masih mendata dan mendiskusikan pemanfaatannya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Sudah satu tahun lebih, Kantor Pemda Sragen yang lama di Jalan Sukowati terbengkalai setelah dipindahkan ke gedung baru, Kantor Terpadu Pemda Sragen di Jalan dr. Soetomo, Kelurahan Sine, Kecamatan/Kabupaten Sragen, sejak Senin (9/12/2024).
Setelah pemindahan, kantor lama dikosongkan dan tidak ditempati lagi.
Kantor Pemda yang lama hanyalah salah satu contoh dari banyak aset pemerintah Kabupaten Sragen yang mangkrak.
Beberapa gedung lain, termasuk kantor eks Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispora) dan Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), juga belum dimanfaatkan, meski sudah ada wacana untuk fungsi baru, mulai dari museum hingga ruang publik.
Pengamatan TribunSolo.com di lapangan menunjukkan kondisi gedung mulai tidak terawat.
Kini, sudah mulai banyak rumput tumbuh tinggi, terutama di bagian tengah kompleks Kantor Pemda yang lama.
Halaman tengah menjadi kotor, karena daun-daun yang jatuh jarang dibersihkan.
Lantai pun penuh debu, dan semua ruangan dalam kondisi terkunci.
Bagian depan gedung terlihat lebih rapi karena sempat dipakai sebagai posko terpadu pada akhir tahun lalu, selama libur Natal dan Tahun Baru oleh pihak kepolisian.
Gedung bekas Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sragen digunakan sebagai tempat pertemuan hingga ruang kesehatan, dan halaman kantor juga dimanfaatkan sebagai wahana bermain anak-anak.
Wacana Pemanfaatan
Meski demikian, wacana pemanfaatan kantor lama hingga kini belum terealisasi.
Ada rencana untuk membongkar gedung dan membangun ruang terbuka hijau menjadi Alun-alun kembar, namun hingga tahun 2025 berakhir, rencana tersebut belum diwujudkan.
Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, mengakui masih mendiskusikan penggunaan kantor lama.
“Kita masih mendiskusikan, tapi kan prinsipnya untuk publik, untuk ruang publik, bentuknya masih kita diskusikan, kemarin kita mengajak OPD untuk meninjau, mendiskusikan dan mendengar aspirasi masyarakat, apa yang terbaik untuk di lokasi itu,” kata Sigit kepada TribunSolo.com, Rabu (7/1/2026).
| Persis Solo Cari Amunisi Baru demi Bertahan di Super League, Kans CLBK dengan Eks Pemain Bintangnya? |
|
|---|
| Rumah Kontrakan Balita Karanganyar Pengidap Dua Penyakit Langka, Dapur dan Kamar Tidur Jadi Satu |
|
|---|
| Jogging Track Stadion Trikoyo Fasilitasi Warga Klaten yang Hobi Maraton, Magnet Baru Bagi Runners! |
|
|---|
| Rekomendasi Wisata Populer di Klaten, Janti Park Jadi Salah Satu Destinasi Paling Ramai Dikunjungi |
|
|---|
| Chat WhatsApp Masuk Dakwaan Kerusuhan Solo, Kuasa Hukum Pertanyakan Unsur Anarkis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Kondisi-Kantor-Pemda-Sragen-yang-lama-di-Jalan-Raya-Sukowati-kini.jpg)