Momen Inayah Wahid di Klaten, Teladani Sosok Gus Dur Bersama Driver Ambulans

Putri Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, yakni Inayah Wulandari Wahid di Klaten. Dia memperingati Haul Gus Dur.

TribunSolo.com/Zharfan Muhana
SAMBUTAN. Putri Abdurrahman Wahid, Inayah Wahid hadiri haul Gusdur ke-16 di Kabupaten Klaten, Rabu (7/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Peringatan Haul Gus Dur ke-16 dan masyayikh NU digelar di Ponpes Al-Muttaqien Pancasila Sakti, Klaten, dan dihadiri Inayah Wulandari Wahid serta tokoh NU dan lintas agama.
  • Kegiatan rutin tahunan ini digagas SagaNU Klaten sebagai bentuk penghormatan dan inspirasi dari nilai-nilai perjuangan Gus Dur.
  • Driver ambulans NU meneguhkan komitmen pelayanan kemanusiaan tanpa pungutan, berlandaskan slogan “berangkat bismillah, pulang alhamdulillah”.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Peringatan haul Gus Dur ke-16 dan masyayikh Nahdlatul Ulama diadakan di Joglo Perdamaian Umat Manusia Se-Dunia, Pondok Pesantren Al-Muttaqien Pancasila Sakti, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Rabu (7/1/2026).

Dalam kesempatan ini hadir putri Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, yakni Inayah Wulandari Wahid.

Beberapa tamu yang hadir antara lain Ketua NU Klaten Mujiburahman, Pengasuh Ponpes Al-Muttaqien Syaifuddin Zuhri, Koordinator Satuan Driver Ambulans Siaga NU (SagaNU), serta warga Nahdliyin.

Hadir pula perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Klaten.

Perwakilan panitia penyelenggara, Muhammad Farhan Azizan, mengatakan kegiatan tersebut diadakan setiap tahun.

“Kegiatan hari ini adalah peringatan Haul Gus Dur ke-16 yang diadakan oleh SagaNU Klaten, yang mana ini sebenarnya agenda tahunan,” ujar Azizan.

Harlah Gusdur
SAMBUTAN. Putri Abdurrahman Wahid, Inayah Wahid hadiri haul Gusdur ke-16 di Kabupaten Klaten, Rabu (7/1/2026).

Sosok Inspirasi

Ia menjelaskan, sosok Gus Dur merupakan inspirasi bagi para driver ambulans NU.

“Karena sosok Gus Dur adalah salah satu tokoh yang menginspirasi driver ambulans NU untuk terus berkhidmah di jalur NU melalui layanan ambulans,” jelasnya.

Para pengemudi ambulans NU memiliki slogan, ‘berangkat bismillah, bisa pulang alhamdulillah’.

Menurut Azizan, slogan tersebut diangkat sebagai panduan bagi para pengemudi ambulans.

Baca juga: Jokowi di Solo Disindir Menteri Era Gus Dur, Ragukan Soal Reuni di Kampus UGM

Para pengemudi ambulans tidak meminta biaya dalam operasional pelayanan, meski tanpa embel-embel gratis.

“Kami tetap melayani meski tanpa biaya. Jika ada yang memberi, tetap diterima sebagai uang operasional. Pelayanan tetap diberikan secara maksimal tanpa membedakan,” ucapnya.

Inayah Wahid yang hadir kemudian melakukan ziarah dan tahlil di makam pendiri Ponpes Al-Muttaqien, KH Muslim Rifa’i Imampuro atau Mbah Liem.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama para tamu dan santri di Joglo Perdamaian Se-Dunia. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved