Kenaikan Harga Sembako di Sukoharjo
Jelang Ramadan 2026, Cabai Rawit di Sukoharjo Makin Pedas, Tembus Rp 85 Ribu per Kilogram
Jelang puasa Ramadan, harga sejumlah komoditas bahan pokok pangan di Kabupaten Sukoharjo mulai mengalami kenaikan. Cabai kian pedas
Penulis: Anang Maruf Bagus Yuniar | Editor: Tri Widodo
Ringkasan Berita:
- Jelang Ramadan 2026, harga cabai dan beberapa jenis sayuran di Sukoharjo naik. Kenaikan ini terpantau sejak awal Februari 2026.
- Harga cabai rawit ori naik hingga menyentuh Rp 90 ribu. Komoditas lain seperti cabai keriting merah, lombok hijau, rawit putih, serta sayuran seperti labu dan buncis juga mengalami kenaikan.
- Sementara itu, harga telur ayam naik tipis menjadi Rp 28 ribu per kilogram. Pedagang memperkirakan harga masih akan berfluktuasi hingga Ramadan tiba.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 2026, harga sejumlah komoditas bahan pokok pangan di Kabupaten Sukoharjo mulai mengalami kenaikan.
Kenaikan harga tersebut terutama terjadi pada komoditas cabai dan beberapa jenis sayuran.
Baca juga: Jelang Nataru 2026, Harga Cabai Rawit di Boyolali Tembus Rp90 Ribu per Kg
Baca juga: Pesan Bupati Etik di Harlah NU Sukoharjo: Perkuat Pendidikan Anak dan Peran Perempuan
Pantauan TribunSolo.com di Pasar Ir. Soekarno Sukoharjo, tren kenaikan harga bahan pokok sudah terlihat sejak awal Februari 2026.
Para pedagang menyebut lonjakan harga dipicu meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Ramadan.
Salah seorang pedagang pasar, Solikin, mengatakan harga cabai mengalami kenaikan cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Untuk cabai rawit ori, saat ini dijual dengan harga Rp 85 ribu per kilogram. Sebelumnya, harga cabai rawit ori masih berada di kisaran Rp 75 ribu per kilogram.
“Cabai rawit ori naiknya bertahap selama tiga hari, dari Rp 75 ribu, lalu Rp 80 ribu, sampai sekarang Rp 85 ribu per kilogram,” ujar Solikin, Sabtu (7/2/2026).
Ia menambahkan, harga cabai rawit ori sempat menyentuh angka Rp 90 ribu per kilogram, sebelum kembali turun ke Rp 85 ribu.
Menurutnya, harga tersebut berlaku untuk kualitas cabai terbaik.
Selain cabai rawit, harga cabai keriting merah saat ini berada di angka Rp 30 ribu per kilogram, lombok hijau Rp 20 ribu per kilogram, dan rawit putih Rp 53 ribu per kilogram.
Tak hanya cabai, kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah sayuran seperti labu dan buncis, meski kenaikannya tidak terlalu tinggi.
Sementara itu, harga telur ayam juga mengalami kenaikan tipis, dari sebelumnya Rp 27 ribu per kilogram kini menjadi Rp 28 ribu per kilogram.
Menurut Solikin, kenaikan harga bahan pokok tersebut disebabkan oleh meningkatnya permintaan masyarakat jelang Ramadan.
Namun demikian, ia menyebut ada pola penurunan harga pada waktu-waktu tertentu.
“Biasanya kalau sayur, tren harga turun itu hari Jumat sampai Sabtu. Tapi jelang Ramadan permintaan memang lebih tinggi,” jelasnya.
Pedagang memperkirakan harga bahan pokok masih berpotensi mengalami fluktuasi hingga memasuki bulan Ramadan, seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat. (*)
| Cabai Rawit Tembus Rp 90 Ribu per Kilogram Jelang Puasa, Pedagang Pasar Sukoharjo Ungkap Penyebabnya |
|
|---|
| Pantau Harga Bahan Pokok di Pasar Cuplik Sukoharjo, Mendag : Cabai Naik Mencolok, Lainnya Stabil |
|
|---|
| Serba Naik, Ini Daftar Harga Bahan Pokok di Sukoharjo Jelang Ramadan 2026: Telur Ayam Rp 28Ribu/Kg |
|
|---|
| Tidak Hanya Cabai, Harga Telur dan Sayur di Sukoharjo Juga Merangkak Naik Jelang Ramadhan |
|
|---|
| Jelang Nataru 2025, Harga Bahan Pokok Pangan di Sukoharjo Meroket, Cabai Rawit Tembus Rp73 ribu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Pedagang-Cabai-di-Sukoharjo.jpg)