Atap SDN 2 Sribit Klaten Roboh
Atap SDN 2 Sribit, Klaten Ambruk BPBD Temukan Dugaan Kayu Lapuk
Atap SDN 2 Delanggu Klaten roboh, BPBD menduga robohnya bangunan ini karena atap yang lapuk.
Penulis: Zharfan Muhana | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- BPBD Klaten meninjau SDN 2 Sribit, Delanggu, pasca atap roboh yang merusak 1 kelas dan berdampak ke 2 ruangan lain.
- KBM terdampak, siswa kelas 1 dan 2 belajar dari rumah, sementara kelas lain tetap masuk.
- Diduga atap roboh akibat kayu lapuk, terakhir direhabilitasi tahun 2005, kini dikoordinasikan dengan DPUPR.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten mengecek langsung lokasi atap Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Sribit yang berada di Dukuh Bekuning, Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jumat (3/4/2026).
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Klaten, Syahruna, meninjau langsung bersama TRC BPBD Klaten serta relawan setempat.
Pihak sekolah, pemerintah Desa Sribit, serta kepolisian Polsek Delanggu tampak mendampingi di lokasi.
Insiden atap roboh sekolah ini terjadi pada Kamis (2/4/2026).
Kepada wartawan, Syahruna mengatakan atap yang roboh membuat satu kelas rusak dan dua ruangan lain terdampak.
"SDN 2 Sribit mengalami roboh atapnya, yang mengakibatkan ruang kelas 2 sudah tidak dapat dipakai," ujar Syahruna.
"Dan imbasnya juga di ruang kelas 1, kuda-kudanya melengkung. Termasuk di ruang perpustakaan juga terdampak. Beberapa genteng runtuh," tambahnya.
Akibat atap bangunan yang rusak, kegiatan belajar mengajar (KBM) terdampak.
"Sehingga untuk kegiatan belajar besok pagi (Jumat), kelas 1 dan kelas 2 sementara akan belajar di rumah," jelasnya.
Sedangkan untuk kelas lain, seperti kelas 3, 4, 5, dan 6, tetap masuk seperti biasa.
Jumlah siswa yang terdampak, yakni kelas 2 sebanyak 8 siswa dan kelas 1 sebanyak 6 siswa.
Total keseluruhan siswa di sekolah ini berjumlah 32 siswa.
Koordinasi dengan DPUPR
Dikatakan Syahruna, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Klaten untuk pengecekan.
"Kami minta tolong ke Dinas PUPR untuk mengecek ruangan yang lainnya. Insyaallah, hari ini atau besok tim teknis DPUPR akan datang ke sini," kata Syahruna.
Baca juga: Atap SDN 2 Sribit Delanggu Klaten Roboh, Satu Ruang Kelas Rusak
Hasil pengecekan BPBD Klaten menunjukkan atap yang roboh diduga akibat kayu atap yang lapuk.
"Untuk atap roboh ini karena bangunannya (atap) sudah lapuk, bukan akibat hujan maupun angin," ujarnya.
"Memang kualitas bangunannya sudah lapuk semua," imbuhnya.
Informasi mengenai waktu rehabilitasi bangunan ini terakhir dilakukan pada tahun 2005. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Sekolah-Rusak-Klaten-435.jpg)