Bencana Alam di Klaten

Musim Pancaroba, BPBD Klaten Ingatkan Warga Waspada Potensi Cuaca Ekstrem

Warga Klaten diminta waspada cuaca ekstrem saat masa pancaroba, hindari pohon tinggi dan baliho.

Penulis: Zharfan Muhana | Editor: Putradi Pamungkas
TribunSolo.com/Zharfan Muhana
PORAK PORANDA - Atap bangunan warung rusak akibat disapu hujan angin di Dusun Mipitan, Desa Somokaton, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, Jumat (3/4/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten mengimbau masyarakat agar tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem selama masa pancaroba. 
Ringkasan Berita:
  • BPBD Klaten imbau warga waspada cuaca ekstrem saat pancaroba, hindari berteduh di bawah pohon dan baliho.
  • Pancaroba: pergantian musim penghujan ke kemarau, diperkirakan mulai akhir April hingga awal Mei 2026.
  • Masyarakat disarankan cek pohon tinggi rawan tumbang dan cari tempat aman saat hujan angin.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten mengimbau masyarakat agar tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem selama masa pancaroba.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Syahruna, saat ditemui di Desa Somokaton, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, Jumat (3/4/2026).

"Untuk fenomena hujan hari ini tadi sebentar (berdampak), yang perlu diwaspadai karena Klaten masuk pancaroba," ujar Syahruna.

PORAK PORANDA - Atap bangunan warung rusak akibat disapu hujan angin di Dusun Mipitan, Desa Somokaton, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, Jumat (3/4/2026). Kejadian berlangsung sekitar pukul 15.30 WIB dan hanya berlangsung beberapa menit.
PORAK PORANDA - Atap bangunan warung rusak akibat disapu hujan angin di Dusun Mipitan, Desa Somokaton, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, Jumat (3/4/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten mengimbau masyarakat agar tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem selama masa pancaroba. (TribunSolo.com/Zharfan Muhana)

Apa Itu Pancaroba dan Dampaknya

Pancaroba merupakan periode pergantian musim dari musim penghujan menuju musim kemarau.

Di Kabupaten Klaten, musim kemarau diperkirakan mulai akhir April hingga awal Mei 2026.

"Yang mana nanti di Kabupaten Klaten, itu jatuh musim kemarau," jelas Syahruna.

"Mulai di akhir April dan di awal Mei ya (perkiraan)," tambahnya.

Fenomena pancaroba sering disertai hujan deras dan angin kencang, sehingga berpotensi menimbulkan bencana seperti pohon tumbang dan kerusakan atap rumah.

Baca juga: Puluhan Rumah Rusak Diterjang Hujan Angin di Klaten, BPBD: Tiga Kecamatan Terdampak

Imbauan BPBD untuk Masyarakat

Syahruna menekankan agar warga selalu waspada, terutama saat terjadi hujan deras atau angin kencang.

"Untuk masyarakat, (tetap) untuk waspada ya. Kalau telah terjadi hujan angin, jangan berteduh di tempat-tempat (rawan) terutama di bawah pohon, di tempat bawah baliho," katanya.

"Cari tempat yang aman," tambahnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved