Ibadah Haji 2026

Jadi Calhaj 2026 Tertua di Karanganyar, Harsono Ungkap Berniat Haji Sejak 2013

Harsono, Calhaj 2026 tertua dari Karanganyar mengungkap dirinya memiliki niat haji sejak tahun 2013.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
CALHAJ TERTUA. Calon haji (Calhaj) asal Karanganyar Harsono (90) warga RT 1, RW 6, Dusun Tunggul Rejo, Desa Salam, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jum'at (17/4/2026). Dia merupakan Calhaj tertua tahun ini. (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto) 
Ringkasan Berita:
  • Harsono (90), warga Karanganyar, akan berangkat haji 2026 bersama istrinya setelah lama menanti.
  • Ia menjadi jemaah calon haji tertua di Karanganyar, dengan niat berangkat yang sudah ada sejak 2013.
  • Harsono mendaftar haji pada 2020 saat pandemi menggunakan tabungan sendiri bersama istrinya.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR -  Niat Harsono (90) kini menjadi nyata.

Ia akan berangkat haji bersama sang istri pada 2026 ini.

Harsono (90), pria paruh baya asal Dusun Tunggul Rejo, Desa Salam, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, menjadi jemaah calon haji tertua di Kabupaten Karanganyar.

Berawal dari keinginan berangkat haji sejak 2013, kini kakek buyut satu ini bisa berangkat ibadah haji tahun ini dengan usaha sendiri.

Saat ditemui TribunSolo.com, Harsono mengaku bersama istri mendaftar haji pada tahun 2020 atau saat pandemi.

“Saya dan istri daftar haji saat awal pandemi Covid-19,” kata Harsono, Jumat (17/4/2026).

Harsono mengatakan bersama istri mendaftarkan diri sebagai peserta haji dengan menggunakan tabungannya sendiri.

CALHAJ TERTUA. Calon haji (Calhaj) asal Karanganyar Harsono (90) dan istrinya Mariyem (66), warga RT 1, RW 6, Dusun Tunggul Rejo, Desa Salam, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jum'at (17/4/2026).
CALHAJ TERTUA. Calon haji (Calhaj) asal Karanganyar Harsono (90) dan istrinya Mariyem (66), warga RT 1, RW 6, Dusun Tunggul Rejo, Desa Salam, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jum'at (17/4/2026). (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

Hasil Pertanian dan Ternak

Ia mengatakan, tabungan itu berasal dari hasil penjualan pertanian mentimun, cabai rawit, dan dua sapinya.

“Saya jual hasil tani saya, kemudian hasil penjualan itu saya gunakan untuk membeli dan memelihara dua lembu. Kemudian saya jual saat kurban setiap tahun. Keuntungan dari penjualan lembu itu saya tabung dengan menitipkan uangnya ke anak saya,” kata dia.

Baca juga: Cara Suami Istri di Karanganyar Berangkat Haji 2026, Nabung dari Hasil Panen dan Jual Ternak

Baca juga: Jelang Pemberangkatan Haji 2026, Bandara Adi Soemarmo Solo Pastikan Makkah Route Siap Beroperasi

Dia mengaku sudah berencana berangkat haji sejak 2013.

Saat itu, ia memiliki angan-angan akan menjalankan rukun Islam kelima setelah menikahkan seluruh anak-anaknya.

“Sejak 2013, saya ingin naik haji karena saya merasa tugas saya sebagai orang tua terhadap anak selesai, yaitu anak paling kecil saya sudah resmi menikah,” kata dia. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved