Long Weekend di Solo Raya
Grojogan Sewu Karanganyar Sepi Jelang Long Weekend, Cuma 500 Pengunjung, Ada Apa?
Menjelang long weekend, jumlah pengunjung justru menurun, bahkan saat akhir pekan hanya menyentuh sekitar 500 orang.
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Ringkasan Berita:
- Grojogan Sewu Tawangmangu sepi, pengunjung hari biasa <100>
- Harga tiket dan persaingan wisata murah jadi penyebab turunnya minat.
- Pengembangan terhambat aturan konservasi dan beban biaya tambahan.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Objek wisata Air Terjun Grojogan Sewu di Tawangmangu mulai kehilangan daya tariknya.
Menjelang long weekend, jumlah pengunjung justru menurun, bahkan saat akhir pekan hanya menyentuh sekitar 500 orang.
Kepala Disparpora Kabupaten Karanganyar, Yopi Eko Jati Wibowo, mengungkapkan kondisi tersebut cukup memprihatinkan.
Pada hari biasa, jumlah pengunjung bahkan tidak mencapai 100 orang.
"Kondisinya sepi, hari biasa pengunjung tidak sampai 100 pengunjung, kalah akhir pekan hanya 500 orang," kata Yopi, Kamis (30/4/2026).
Diduga Gegara Harga Tiket Mahal
Menurutnya, salah satu penyebab utama adalah harga tiket yang dinilai lebih mahal dibandingkan objek wisata lain.
Saat ini, tiket masuk dipatok Rp 27 ribu untuk hari biasa dan Rp 29,9 ribu saat hari libur.
"Dengan kondisi seperti ini, kemudian ada tempat wisata yang lebih murah, buat objek wisata ini tak diminati," kata dia.
Tak hanya soal harga, pengelola juga menghadapi keterbatasan dalam mengembangkan destinasi tersebut.
Baca juga: Isu Harga Makanan Rp200 Ribu di Grojogan Sewu Karanganyar, Pengelola Tegaskan Tidak Benar
Meski tiket relatif tinggi, ruang inovasi tetap sempit karena berbagai beban biaya dan aturan.
"Mereka menyewa lahan, waktu nyewa dulu 1 hektarnya Rp 700 ribu, mereka masih dibebani penerimaan negara bukan pajak. Kalau pemahaman kami kalau sudah wis bayar kontrak, ya tidak bayar lain-lain, tapi ternyata mereka masih bayar PNBP," kata dia.
Selain itu, status kawasan sebagai lahan konservasi membuat pengelola tidak leluasa menambah fasilitas wisata baru.
"Grojogan Sewu merupakan tanah konservasi, sehingga aturannya banyak, sehingga gak bisa melakukan pengembangan di sana, camping, glamping di sana itu tidak bisa karena tidak boleh, karena terikat aturan dari kementerian kehutanan sehingga tidak bisa mengembangkan inovasi," kata dia.
Baca juga: Kondisi Korban Tewas Tenggelam di Grojogan Sewu Karanganyar, Paru-paru Ditemukan Berisi Air
Dorong Kegiatan Alternatif
Sebagai solusi, Disparpora mendorong kegiatan alternatif seperti event lari (fun run), lomba menari anak, hingga kolaborasi dengan konten kreator untuk menarik minat wisatawan.
Pihaknya juga akan melaporkan kendala tersebut kepada Bupati Karanganyar Rober Christanto dan Ketua DPRD Jateng Sumanto, terutama terkait beban biaya tambahan yang dinilai memberatkan pengelola.
| Melihat Klaten dari Ketinggian 1.229 mdpl, Ada View Khas Lereng Gunung Merapi di Argobelah |
|
|---|
| Puncak Argobelah Klaten, Spot Baru Menikmati View Bukit Cegir dari 1.229 mdpl, Cukup Tracking 1,5 KM |
|
|---|
| Long Weekend, 400-an Pengunjung Pilih Nikmati Pemandangan Alam Argobelah di Deles Indah Klaten |
|
|---|
| Long Weekend Buat Penjual Oleh-oleh di Karanganyar Full Senyum, Makanan Basah Ludes Dibeli Wisatawan |
|
|---|
| Libur Long Weekend, Umbul Pelem Klaten Kebanjiran Pengunjung, 2 Hari Terakhir Tembus 5 Ribu Orang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/MULAI-SEPI-Kepala-Disparpora-Kabupaten-Karanganyar-Yopi-Eko-Jati-Wibowo-Kamis-3042026.jpg)