Atap Sekolah Ambruk di Karanganyar
Atap Roboh di SDN 01 Girilayu Karanganyar, Ternyata Ruang Ekstrakurikuler
Atap SDN 01 Girilayu, Karanganyar ambruk, beruntung dari kejadian ini tak ada korban jiwa.
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Atap ruang ekstrakurikuler SDN 01 Girilayu, Matesih, Karanganyar roboh pada Selasa (5/5/2026) pagi.
- Kejadian terjadi sekitar pukul 07.30 WIB, seperti dikonfirmasi BPBD Karanganyar.
- Tidak ada laporan korban dalam peristiwa ambruknya atap bangunan sekolah tersebut.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Atap SD Negeri 01 Girilayu, Karanganyar yang roboh ternyata merupakan ruang ekstrakurikuler.
Kejadian ini pada Selasa (5/5/2026) pagi.
Sekolah tersebut berada di wilayah Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar.
Kalak BPBD Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, mengatakan kejadian tersebut terjadi di SD Negeri 01 Girilayu, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, pukul 07.30 WIB.
"Atap bangunan SDN 01 Girilayu dikabarkan ambruk tadi pagi," kata Hendro, Selasa (5/5/2026).
Baca juga: Kondisi Ibu dan Anak di Delanggu yang Jadi Korban Atap Rumah Roboh: Alami Luka Lecet hingga Benjolan
Baca juga: SPMB 2026 Tingkat SD di Kabupaten Sukoharjo Memasuki Hari ke-2, Total Kuota Capai 12.460 Siswa
Baca juga: Atap SDN 01 Girilayu Karanganyar Roboh, Diduga Konstruksi Tak Kuat
Hendro mengatakan, dari keterangan penjaga sekolah SDN 1 Girilayu, Danang, kejadian itu terjadi saat ia sedang membersihkan sekolah.
Ia mengatakan, saat kejadian Danang mendengar suara keras seperti ada yang roboh.
"Ada penjaga sekolah sedang bersih-bersih dan mendengar suara seperti ada yang roboh. Setelah dicek, ternyata salah satu atap ruang sekolah roboh," kata dia.
Murid Dievakuasi
Ia mengatakan, atap dan bangunan sekolah yang roboh adalah ruang ekstrakurikuler.
Ia menjelaskan ukuran bangunan dengan atap genting dan rangka kayu tersebut memiliki panjang 8 meter, lebar 6 meter, dan tinggi 4 meter.
Melihat kejadian itu, Danang kemudian bergegas mengevakuasi murid yang berada di sekitar ruangan yang atapnya roboh serta memberi tanda atau rambu di sekitar bangunan tersebut.
"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Diperkirakan penyebabnya karena konstruksi bangunan tidak kuat menahan atap," ungkap dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Kondisi-satu-atap-dan-bangunan-SD-Negeri-01-Girilayu.jpg)