Makan Bergizi Gratis di Klaten

Alasan 5 SPPG di Klaten Disuspend Sementara: Temuan Menu Basi dan Dugaan Keracunan

Lima SPPG di Klaten disetop sementara setelah ditemukan dugaan keracunan, menu basi, hingga masalah saluran air serta IPAL yang tidak sesuai SOP.

Tayang:
Penulis: Zharfan Muhana | Editor: Erlangga Bima Sakti
TribunSolo.com/Zharfan Muhana
DIRAWAT. Siswa tampak mendapat perawatan medis, diduga akibat keracunan konsumsi MBG di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Rabu (29/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Lima SPPG di Klaten disetop sementara setelah ditemukan dugaan keracunan, menu basi, dan masalah saluran air serta IPAL yang tidak sesuai SOP.
  • BGN menyatakan operasional dihentikan hingga proses evaluasi selesai dilakukan.
  • SPPG dapat kembali beroperasi jika seluruh persyaratan dan perbaikan yang diminta telah dipenuhi.

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Lima satuan pelaksana pemenuhan gizi (SPPG) di Klaten disetop sementara operasionalnya setelah adanya temuan kejadian menonjol.

Kelima SPPG yang disuspend itu karena adanya kejadian menonjol seperti dugaan keracunan dan adanya temuan menu basi yang sempat dipermasalahkan penerima manfaat.

Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Klaten, Yoga Angga Pratama, mengatakan lima SPPG yang disuspend itu akan dievaluasi.

Menurut dia, pemberhentian operasional dilakukan hingga keluar hasil evaluasi. 

"Yang nantinya hasil evaluasi ini menentukan, kapan mereka bisa operasional kembali," jelasnya. 

Baca juga: Operasional 5 SPPG di Klaten Disetop Sementara usai Adanya Kejadian Menonjol, Akan Dievaluasi

Yoga menegaskan, SPPG yang disuspend bisa kembali beroperasi setelah memenuhi persyaratan. 

"Apabila mereka apabila SPPG yang terkena suspen melaksanakan apa yang kita minta seperti persyaratan-persyaratan yang kita minta, maka SPPG boleh beroperasional kembali," kata Yoga. 

"Akan tetapi apabila nanti belum bisa memenuhi persyaratan yang kami minta, maka tidak akan kami operasionalkan terlebih dahulu," imbuhnya. 

Selain itu, ada temuan dalam pengecekan yakni belum sesuai SOP, seperti IPAL dan saluran air yang tidak sesuai. 

"Maka dari itu kami minta untuk perbaiki salurannya, maka juga kami berhentikan terlebih dahulu. Karena saluran air yang tidak sesuai membludak dan lain-lain itu menimbulkan permasalahan baru lagi apabila tidak ditangani terlebih dahulu," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved