Idul Adha 2026

Presiden Prabowo Beli Sapi Kurban 1,1 Ton Milik Warga Karanganyar

Peternak asal Karanganyar mengaku bangga sapinya bisa dibeli Presiden Prabowo untuk kurban. Kini sapi tersebut dikarantina.

Tayang:
TribunSolo.com/Istimewa
SAPI PRESIDEN. Sapi peranakan Simmental berat 1,1 ton milik Sugiarto, warga Dukuh Duwet, RT 01, RW 1, Desa Karangrejo, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar yang dibeli Presiden Prabowo Subianto. Hewan kurban Idul Adha tahun 1447 H / 2026 M dengan ini dibeli dengan nilai Rp 110 juta. 
Ringkasan Berita:
  • Sapi peranakan Simmental bernama Si Ragil milik warga Karanganyar, Sugiarto (30), dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk kurban Iduladha 1447 H/2026 M.
  • Sugiarto membeli Si Ragil seharga Rp27,5 juta saat bobotnya masih sekitar 400–500 kilogram. Setelah dirawat, bobot sapi tersebut kini mencapai 1,1 ton dan beberapa kali ikut kontes sapi nasional.
  • Sekretariat Presiden telah membayar sapi tersebut senilai Rp110 juta. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Sapi jenis peranakan Simmental dengan PO milik Sugiarto (30), warga Dukuh Duwet, RT 01/RW 01, Desa Karangrejo, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar, dibeli Presiden Prabowo untuk Idul Adha 1447 H/2026 M.

Namanya Si Ragil, sapi bertubuh hitam dan besar itu dibeli Presiden Prabowo Subianto saat usianya sekitar 3 tahun.

Saat dihubungi TribunSolo.com, Sugiarto mengatakan sapi itu ia rawat sejak usia 2 tahun 8 bulan.

“Saat itu saya membeli Si Ragil di juragan blantik, dengan usia masih 1 tahun 6 bulan,” kata Sugiarto, Jumat (15/5/2026).

Sugiarto mengatakan saat itu ia membeli Si Ragil dengan harga Rp27,5 juta.

Saat itu, bobot badan Si Ragil hanya sekitar 400-500 kilogram.

“Setelah saya beli, kemudian saya rawat dan beri pakan hingga sekarang bobotnya mencapai 1,1 ton,” kata dia.

Dia mengatakan, Ragil dirawat dan diberi pakan untuk bisa ikut kontes sapi yang digelar APPSI (Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia), yang merupakan salah satu kontes terbesar di Indonesia.

Selain itu, kontes ini merupakan ajang bergengsi tahunan untuk meningkatkan semangat peternak lokal, menaikkan nilai jual sapi super, dan mendukung swasembada daging.

“Ragil saya ikutkan kontes, saya bawa ke beberapa daerah, seperti Jember, Boyolali, dan terakhir di Wonosobo,” kata dia.

Dia mengatakan, saat kontes di Kabupaten Boyolali, Ragil masuk peringkat 8.

Sementara itu, pada kontes terakhir di Kabupaten Wonosobo, Ragil masuk peringkat 6.

“Dalam tiga kali terakhir, peringkat paling tinggi saat ikut kontes di Jember dengan masuk peringkat 4,” kata dia.

Ia mengaku senang Ragil terpilih sebagai sapi kurban pilihan Presiden Prabowo Subianto.

Masa Karantina

Dia mengatakan, saat ini Ragil sedang dikarantina untuk menjaga kesehatan sapi itu jelang Idul Adha nanti.

“Alasan saya mau melepas Ragil dan dibeli Presiden Prabowo Subianto karena siapa yang enggak mau, peternak kecil kemudian sapinya dibeli RI 1, itu kebanggaan tersendiri,” kata dia.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (Dispertan PP) Kabupaten Karanganyar, Feriana Dwi Kurniawati, membenarkan adanya sapi milik warga Karanganyar yang dibeli oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Ada satu sapi di Desa Karangrejo, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar yang dibeli oleh Pak Prabowo melalui Sekretariat Presiden untuk hewan kurban Idul Adha tahun ini,” kata Feriana, Kamis (14/5/2026).

Baca juga: Kisah Peternak dari Tangkil Sragen, Tawarkan 2 Sapi Kurban, Hanya Glendoh yang Dipilih Prabowo

Feriana mengatakan usia sapi yang dibeli Presiden Prabowo Subianto sekitar 3 tahun.

Ia mengatakan, sapi itu sudah dibayar oleh Sekretariat Presiden pada Rabu (13/5/2026) sebesar Rp110 juta.

“Jenis sapi yang dibeli yaitu peranakan Simmental, dan sapi telah melewati proses pemeriksaan kesehatan serta sudah dibayar lunas oleh Sekretariat Presiden,” kata dia.

Ia mengatakan, setelah pembayaran dilakukan, tahap selanjutnya adalah pengawasan dan karantina terhadap sapi tersebut.

Dia mengatakan, pihak Sekretariat Presiden meminta agar sapi itu tidak banyak dikunjungi demi menjaga kesehatannya hingga hari H Idul Adha nanti di Desa Ngunut, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar.

“Kemarin dari Sekretariat Presiden telah meminta agar sapi dikarantina dan tidak banyak dikunjungi karena akan sangat riskan terhadap kesehatan sapi. Rencananya sapi itu akan dibawa ke Desa Ngunut, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar,” kata dia. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved