Dugaan Pelecehan Seksual Dosen UIN
Curhat Korban Pelecehan Seksual UIN RM Said Solo: Tak Didampingi Kampus, Pengobatan Dibayar Pribadi
Korban pelecehan seksual dosen UIN RM Said berinisial P mengaku harus menanggung biaya pribadi untuk pengobatannya.
Penulis: Anang Maruf Bagus Yuniar | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Alumnus UIN Raden Mas Said Surakarta berinisial P mengaku menanggung sendiri biaya pengobatan psikologis pasca dugaan pelecehan seksual oleh oknum dosen mencuat.
- P menyebut dampak kasus tersebut tidak hanya memengaruhi kondisi mental, tetapi juga membuatnya harus menjalani proses pemulihan psikologis secara mandiri sejak berani membuka dugaan pelecehan yang dialaminya saat masih kuliah.
- Korban mempertanyakan pernyataan resmi kampus terkait pendampingan psikologis.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Perempuan berinisial P, alumnus sekaligus korban dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh oknum dosen di UIN Raden Mas Said Surakarta, mengaku harus menanggung sendiri biaya pengobatan psikologis yang dijalaninya pasca kasus tersebut mencuat.
Korban menyebut dampak yang dialaminya tidak hanya memengaruhi kondisi mental, tetapi juga memaksanya menjalani serangkaian pemeriksaan hingga perawatan psikiater secara mandiri tanpa bantuan dari pihak kampus.
Saat ini, P masih menjalani proses pemulihan akibat tekanan psikologis yang dirasakannya setelah memberanikan diri membuka dugaan pelecehan seksual yang ia alami saat masih menjadi mahasiswa.
Bahkan, korban mengatakan seluruh proses pengobatan dilakukan menggunakan biaya pribadi.
Tak Ada Pendampingan
Ia mengaku mulai menjalani konsultasi dengan psikiater hingga pemeriksaan lanjutan di rumah sakit besar tanpa pendampingan maupun bantuan dari pihak universitas.
“Di sini saya pengobatan sendiri, dari psikiater biasa sampai ditindaklanjuti ke rumah sakit besar pun itu saya yang berjalan sendiri tanpa pendampingan dari pihak kampus,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).
Baca juga: Kasus Pembuangan Bayi di Solo, Latar Belakang Masa Kecil Pelaku Diduga Pengaruhi Kondisi Psikologis
Menurut P, kondisi tersebut membuat dirinya merasa berjuang sendirian menghadapi dampak psikologis dari kasus yang kini menjadi perhatian publik tersebut.
Ia juga mempertanyakan pernyataan resmi kampus yang sebelumnya menyebut adanya pendampingan psikologis terhadap korban.
“Pihak SEMA pun sudah kesel mengenai press release kemarin, kok bohong ke publik mengenai pendampingan psikologis,” katanya. (*)
| Korban Dugaan Pelecehan Dosen UIN Solo Dirawat Psikiater, Akui Berjuang Sendiri Lawan Trauma |
|
|---|
| DEMA Desak Investigasi Dugaan Dosen Cabul UIN Raden Mas Said Solo Tak Ditutupi Demi Citra Kampus |
|
|---|
| DEMA Desak UIN Raden Mas Said Solo Usut Transparan Dugaan Pelecehan Dosen, Siap Tempuh Jalur Hukum |
|
|---|
| Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Dosen UIN Solo, Bisa Terjerat Sejumlah Aturan Ini |
|
|---|
| DEMA UIN Raden Mas Said Solo Angkat Bicara Dugaan Pelecehan Seksual Dosen, Desak Tak Ada Toleransi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Suasana-kampus-UIN-Raden-Mas-Said-Surakarta-Rabu-2052026-3.jpg)