Kasus Penipuan Online di Sukoharjo

Penampakan Markas Penipuan Online Internasional, Ada di Kwarasan Sukoharjo

Ruko tiga lantai yang berada di tepi Jalan Ir. Soekarno, Desa Kwarasan, Kecamatan Grogol, diduga jadi pusat penipuan internasional

Tayang:
TribunSolo.com/Anang Maruf Bagus Yuniar
MARKAS PENIPUAN: Sebuah ruko tiga lantai di tepi Jalan Ir. Soekarno, Desa Kwarasan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, mendadak menjadi sorotan setelah diketahui menjadi lokasi operasi komplotan penipuan online jaringan internasional 

Ringkasan Berita:
  • Sebuah ruko tiga lantai di Jalan Ir. Soekarno, Desa Kwarasan, Sukoharjo, diduga menjadi pusat operasi sindikat penipuan online jaringan internasional. 
  • Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah menggerebek lokasi tersebut pada Rabu (20/5/2026) dan mengamankan 38 orang yang diduga terlibat dalam penipuan investasi kripto bermodus pig butchering.
  • Warga sekitar menyebut tampak seperti kantor biasa dengan banyak karyawan, termasuk warga negara asing.

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO -  Sebuah ruko tiga lantai yang berada di tepi Jalan Ir. Soekarno, Desa Kwarasan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, menjadi perhatian publik setelah diduga menjadi tempat beroperasinya sindikat penipuan online jaringan internasional.

Bangunan tersebut sebelumnya digerebek oleh Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jawa Tengah pada Rabu (20/5/2026) pagi.

Baca juga: Sindikat Penipuan Proyek KDMP Rp1,2 M di Boyolali Dibongkar! Pelaku Ngaku dari Perusahaan Ini

Baca juga: Akal Bulus Sindikat Penipuan Berkedok KDKMP di Boyolali, Janjikan Korban Garap 44 Proyek

Dalam operasi itu, polisi mengamankan 38 orang yang diduga terlibat dalam jaringan penipuan daring lintas negara.

Saat dilakukan pantauan pada Minggu (24/5/2026), ruko terlihat dalam kondisi tertutup rapat dengan pintu utama digembok.

Tidak tampak adanya aktivitas di dalam bangunan, maupun tanda garis polisi di lokasi. Dari bagian depan juga tidak ditemukan identitas perusahaan.

Warga sekitar mengaku tidak mengetahui secara pasti aktivitas yang berlangsung di dalam ruko tersebut.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan selama ini mengira bangunan itu hanya digunakan sebagai kantor biasa.

“Tidak tahu dipakai untuk apa, saya kira kantor administrasi,” ujarnya.

Menurut keterangan warga, penggerebekan dilakukan pada Selasa pagi dengan melibatkan kepolisian dan petugas Imigrasi.

Warga baru menyadari adanya dugaan aktivitas ilegal setelah aparat melakukan operasi di lokasi.

Ia juga menyebut tidak pernah melihat kegiatan yang mencurigakan. Namun, area parkir di depan ruko hampir setiap hari dipenuhi kendaraan karyawan.

“Di depan penuh kendaraan karyawan. Tidak ada keluar masuk pelanggan, jadi kelihatannya seperti kantor biasa,” katanya.

Warga tersebut juga mengaku sempat menanyakan aktivitas di ruko itu dan mendapat informasi bahwa tempat tersebut merupakan kantor konsultan trading.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved