Jembatan Bambu di Boyolali
Warga Ledoksari Boyolali Gotong Royong Perbaiki Jembatan Bambu, Akses Tercepat Petani ke Sawah
Jembatan bambu di Dukuh Ledoksari, Mojosongo, Boyolali menjadi akses penting untuk petani. Warga gotong royong setiap hari minggu.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Jembatan bambu di Dukuh Ledoksari, Desa Dlingo, Mojosongo, Boyolali sempat viral di Facebook karena menjadi akses tercepat warga menuju area persawahan.
- Warga memperbaiki jembatan secara swadaya dan gotong royong setiap hari Minggu dengan mengganti bambu rapuh agar tetap aman dilalui pejalan kaki.
- Sekitar 13 KK memanfaatkan jembatan tersebut untuk menuju sawah. Meski ada jembatan permanen, warga harus memutar hingga 2 kilometer jika tidak melewati jembatan bambu itu.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Postingan kondisi jembatan bambu di Dukuh Ledoksari, Desa Dlingo, Kecamatan Mojosongo, Boyolali sempat ramai di media sosial Facebook.
Jembatan sederhana yang berada di pelosok desa itu disebut menjadi akses tercepat warga menuju area persawahan.
Saat TribunSolo.com mendatangi lokasi, Senin (25/5/2026), jembatan tersebut mulai diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat setempat.
Warga tampak mengganti sejumlah bambu yang sudah rapuh dengan bambu baru agar tetap aman dilalui pejalan kaki.
Perbaikan dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat dan hanya dikerjakan setiap hari Minggu karena mayoritas warga bekerja di hari biasa.
Jembatan bambu itu memang hanya digunakan sebagai akses jalan kaki menuju sawah.
Tercatat ada sekitar 13 kepala keluarga (KK) warga Dukuh Ledoksari yang memanfaatkan jembatan tersebut.
Di ujung jembatan itu langsung terhubung dengan pematang sawah milik warga.
Akses Penting
Salah seorang warga, Jiyati (52), mengatakan keberadaan jembatan cukup penting, terutama bagi warga lanjut usia yang tidak bisa mengendarai sepeda motor.
“Kalau jalan kaki kan cepat lewat jembatan ini,” ujarnya.
Menurut dia, jembatan itu sejak awal dibangun secara swadaya oleh masyarakat demi memudahkan aktivitas menuju sawah.
Meski terdapat jembatan permanen, jaraknya cukup jauh dari area persawahan warga.
Baca juga: Wisata Keluarga Kekinian di Karanganyar, Ada Jembatan Kaca hingga Air Terjun Instagramable
“Kalau jembatan permanen ada juga. Tapi kalau ke sawah harus muter sampai 2 kilometer,” katanya.
Gatot, warga lain, menyebut jembatan ini merupakan akses bantuan.
Karena bukan jalan resmi, jembatan ini dibangun secara swadaya oleh masyarakat agar memudahkan warga menuju sawah.
“Kan warga Ledoksari ini banyak yang punya sawah di lor kali,” pungkasnya. (*)
| Jadwal Lokasi Samsat Keliling Solo Senin 25 Mei 2026 : Hari Ini Ada di Kantor Kecamatan Banjarsari |
|
|---|
| Agenda Solo Hari Ini Senin 25 Mei 2026: Ada Wayang Orang Sriwedari hingga Seleksi Perbasi Surakarta |
|
|---|
| Penyebab Sebagian Solo Raya Masih Hujan Meskipun Sudah Masuk Musim Kemarau |
|
|---|
| Dikira Kantor Konsultan Investasi, Ternyata Ruko Solo Baru Ini Markas Penipuan Online Internasional |
|
|---|
| Terdegradasi, Suporter Persis Solo Luapkan Kekecewaan Corat-coret Persis Store dan Mess Pemain |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Jembatan-bambu-ledoksari.jpg)