Desakan Pencopotan Camat Selogiri
Polemik Camat Selogiri Jadi Sorotan DPRD Wonogiri, Minta Kondisi Tetap Kondusif
Anggota DPRD Wonogiri menilai polemik Camat Selogiri adalah akumulasi dari kekesalan perangkat Desa.
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Ketua Komisi I DPRD Wonogiri Bambang Sadriyanto menilai polemik antara Camat Selogiri Fredy Sasono dan perangkat desa merupakan konsekuensi dari dinamika yang terjadi selama ini.
- Bambang menyebut penyampaian aspirasi oleh PPDI Kecamatan Selogiri kepada Bupati Wonogiri merupakan hak yang patut dihargai dan kini menjadi ranah pemerintah daerah untuk menindaklanjutinya.
- Meski terjadi polemik, Bambang memastikan pelayanan publik di desa tetap berjalan normal.
Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI – Polemik yang mencuat antara Camat Selogiri Fredy Sasono dan perangkat desa se-Kecamatan Selogiri mendapat perhatian Ketua Komisi I DPRD Wonogiri Bambang Sadriyanto.
Bambang berpandangan persoalan tersebut merupakan konsekuensi dari dinamika yang terjadi selama ini.
"Kalau menurut saya, itu hukum sebab akibat," katanya saat ditemui di DPRD Wonogiri, Selasa (9/6/2026).
Bambang menilai langkah perangkat desa yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kecamatan Selogiri menyampaikan aspirasi kepada Bupati Wonogiri Setyo Sukarno merupakan hak yang patut dihargai.
Sebagai tokoh masyarakat Selogiri, ia mengaku telah mendengar berbagai keluhan yang berkembang di kalangan perangkat desa terkait gaya kepemimpinan camat.
Namun menurutnya, penyelesaian persoalan tersebut kini menjadi ranah pemerintah daerah sebagai pihak eksekutif.
Sebagai informasi, Fredy Sasono sendiri mulai menjabat Camat Selogiri sejak Januari 2026 setelah sebelumnya bertugas sebagai camat di Kecamatan Wonogiri Kota.
Bambang mengungkapkan, saat awal penugasan di Selogiri, Fredy sempat datang ke kediamannya untuk berdiskusi mengenai kondisi wilayah yang akan dipimpinnya.
Dalam kesempatan itu, Bambang memberikan sejumlah masukan terkait karakter masyarakat Selogiri.
Ia menegaskan bahwa selama ini hubungan antara pemerintah desa dan kecamatan berjalan harmonis. Bahkan, seluruh desa di Kecamatan Selogiri berhasil meraih status Desa Mandiri.
"Itu bukti selama ini desa dan perangkatnya klir. Komunikasi dengan Pak Sigit (Sigit Purwanto, Camat Selogiri sebelumnya) klir. Saya minta jaga ritme yang sudah berjalan baik," jelasnya.
Selain itu, Bambang juga mengingatkan mengenai karakter masyarakat Selogiri yang dikenal dengan istilah bandol ngropol, yakni masyarakat yang memiliki solidaritas dan ikatan sosial yang kuat.
"Saat itu Mas Fredy datang, saya minta jaga keharmonisan. Saya kasih pesan itu," imbuhnya.
Bukan Provokasi
Menurut Bambang, setiap pemimpin memang memiliki karakter dan gaya kepemimpinan masing-masing. Namun, berbagai peristiwa yang dinilai kurang berkenan oleh perangkat desa akhirnya memunculkan akumulasi kekecewaan.
| Aspirasi PPDI Soal Kepemimpinan Camat Selogiri Diakomodasi, Pemkab Wonogiri Tunggu Keputusan Bupati |
|
|---|
| Momen Camat Selogiri Buka Turnamen Sepakbola Pasca Dituntut Perangkat Desa Agar Dicopot dari Jabatan |
|
|---|
| Penilaian Warga Soal Camat Selogiri Wonogiri, Minta Gaya Komunikasi Fredy Diperbaiki |
|
|---|
| Polemik Camat-Perangkat Desa di Selogiri, Warga Beri Penilaian Beragam |
|
|---|
| Perangkat Desa Selogiri Wonogiri Minta Camat Dicopot dari Jabatannya, Apakah Aturan Memperbolehkan? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Minta-camat-dicopot-rombongan.jpg)