Hama Tikus di Sragen
Hama Tikus Serang Sawah Petani Sragen, Hasil Panen Padi Turun hingga Setengah Ton
Petani di Desa Tunggul, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, mengeluhkan serangan hama tikus yang merusak tanaman padi mereka.
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Putradi Pamungkas
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Teror hama tikus membuat petani di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, kewalahan.
Salah satunya, petani di Desa Tunggul, Kecamatan Gondang, Sragen.
Tikus-tikus itu memakan batang tanaman, sehingga berdampak langsung pada penurunan hasil panen.
Sadi, salah satu petani setempat, menyebutkan bahwa serangan tikus menyebabkan hasil panennya berkurang hingga setengah ton.
"Karena diserang hama tikus, hasil panennya menurun. Di sawah saya, biasanya panen bisa sampai 3 ton, kemarin baru dapat 2,5 ton," ujar Sadi kepada TribunSolo.com, Rabu (24/9/2025).
Ia menambahkan, bahkan ada petani lain yang hanya mampu memanen 1 ton, padahal biasanya bisa mencapai 2,5 ton.
Untuk diketahui pembaca, bagi petani kecil dan sedang (dengan lahan dibawah 2 hektare), kehilangan setengah ton hasil panen, sangat berarti bagi mereka.
Bagi petani kecil, kehilangan setengah ton bisa berarti hilang separuh dari total panen, yang artinya rugi alias tak kembali modal.
Sementara bagi petani sedang, kehilangan setengah ton berarti mereka hanya mendapat untung tipis, bahkan mungkin sekedar kembali modal, yang tentu tidak setara dengan kerja dan penantian masa panen.
Dalam kasus di Sragen, para petani mengaku sudah putus asa mengatasi serangan tikus yang semakin masif.
Pasalnya, mereka sudah melakukan berbagai cara dan trik pengendalian hama tikus.
"Tikus banyak di sini, di sekitar sini itu lubang tikus semua. Sudah diobati atau apa, juga masih diserang. Baru musim tanam ini, dulu sudah ada tapi tidak seperti ini, batangnya dimakan tikus," jelas Sadi.
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sragen, Suratno, membenarkan bahwa serangan hama tikus berdampak pada hasil panen petani.
"Biasanya yang kena serangan itu bisa menghasilkan sampai 7 ton, tapi jadi 6,5 ton akibat tikus," kata Suratno.
"Ini dikatakan paling parah tidak, namun serangan hama tikus kali ini banyak baru ini," pungkas Suratno. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Kondisi-persawahan-di-Desa-Tunggul-Kecamatan-Gondang-2.jpg)