HUT ke 55 PDIP

Eks Wali Kota Solo Teguh Prakosa Kritisi Kinerja Respati Ardi, Singgung Parkir: Ora Mikir Rakyate

Menurut eks anggota DPRD Solo tersebut, Respati masih kurang memperhatikan kebutuhan warga Kota Bengawan.

|
TribunSolo.com/Andreas Chris Febrianto
SAMPAIKAN KRITIK - Teguh Prakosa kritisi kinerja Respati Ardi sebagai Wali Kota Solo dalam perayaan Hari Ulang Tahun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di kantor DPC PDIP Solo, Sabtu (10/1/2026). 

Ringkasan Berita:• Eks Wali Kota Solo Teguh Prakosa mengkritik kinerja Wali Kota Solo Respati Ardi yang dinilai belum memenuhi harapan dan kurang memperhatikan kebutuhan warga.
 
• Teguh menilai Respati lebih fokus pada program seperti parkiran dan proyek kelurahan yang tidak menyentuh langsung kepentingan masyarakat.
 
• Teguh menegaskan PDIP Solo tetap konsisten melayani rakyat meski tidak memegang kekuasaan eksekutif.

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Eks Wali Kota Solo pengganti Gibran Rakabuming Raka, Teguh Prakosa soroti kinerja penerusnya saat ini sebagai orang nomor satu di Kota Bengawan yakni Respati Ardi.

Teguh menyoroti kinerja Respati sebagai Wali Kota Solo yang menurutnya masih jauh dari harapan.

Menurut eks anggota DPRD Solo tersebut, Respati masih kurang memperhatikan kebutuhan warga Kota Bengawan.

Hal itu disebut Teguh berbeda dengan para kader dan tokoh-tokoh PDI Perjuangan Kota Solo yang saat ini masih setia melayani masyarakat meski bukan pejabat eksekutif.

Baca juga: DPC PDIP Solo Dirombak Total, Nama FX Rudy dan Teguh Prakosa Tak Lagi Ada di Struktur Inti Pengurus

"Bapak ibu, ini kita memperingati 53 tahun PDI dan PDI Perjuangan. Tokoh-tokoh masih konsisten, teman-teman masih bekerja untuk partai ini untuk melayani masyarakat biar pun hari kita tidak mempunyai eksekutif," terang Teguh saat memberi sambutan dalam perayaan Hari Ulang Tahun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di kantor DPC PDIP Solo, Sabtu (10/1/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Teguh membandingkan kinerja para elit PDIP Solo yang duduk di kursi legislatif dengan Wali Kota Solo.

Menurutnya, Respati tidak berpihak kepada masyarakat Solo selaku Wali Kota.

Lebih lanjut menurut Teguh, Respati hanya fokus pada program yang tidak menyentuh langsung kepada masyarakat seperti parkiran.

Ia pun menyindir Respati Ardi apakah tidak ada pekerjaan lain.

"Sing saiki wali kotane ora mikir rakyate ning mikir parkiran. Ono kepala daerah mikire parkiran. Kepala daerah mikire proyek PLPN neng kelurahan. Alah Gusti Allah opo raono gawean," (Yang sekarang Wali Kotanya nggak mikirin rakyatnya, tapi mikirin parkiran. Ada kepala daerah mikiran parkiran. Kepala daerah mikirnya proyek PLPN di Kelurahan. Ya Tuhan apa tidak ada pekerjaan?-red)," ungkap Teguh di depan kader dan pengurus PDIP Solo.


Ia pun berharap kepada kader PDIP Solo yang berada di lingkup pemerintahan maupun tidak, ia berharap agar bisa lebih mementingkan kepentingan masyarakat.

Baca juga: Tak Ditunjuk Jadi Ketua DPC PDIP Solo, Rheo Putra FX Rudy Menjabat Sekretaris

"Maka dari itu bagi teman-teman yang sudah pada posisi-posisinya ya mari karena itu bagian dari perjuangan. Itu bagian dari perjuangan, orang tidak bisa tiba-tiba mendapatkan sesuatu, tetapi itu perjuangan panjang," kata dia.

Teguh juga menegaskan sejak berkuasa dan memenangkan pemilu eksekutif atau Wali Kota Solo. PDIP selalu konsisten berpihak kepada kepentingan masyarakat umum.

"DPC partai ini menuju PDI Perjuangan menikmati 20 tahun mulai wali kota kita Pak Slamet Suryanto sampai Pak Jokowi Rudy, sampai Pak Rudy Pak Pur, sampai ya Pak Wapres dengan Saya. Terakhir saya 6 bulan," pungkasnya.

(*)

 

 

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved