Jalan Yos Sudarso Solo Satu Arah

Jalan Yos Sudarso Solo Bakal Diberlakukan Satu Arah, Pengusaha Setempat Akui Kurang Setuju

Nantinya apabila aturan tersebut diberlakukan akan mempersulit akses pembeli atau pelanggan toko-toko di sekitar lokasi.

TribunSolo.com/Andreas Chris Febrianto
DIBERLAKUKAN SATU ARAH - Kondisi koridor jalan Yos Sudarso Solo pada Sabtu (10/1/2025) yang akan diberlakukan aturan baru satu arah. 

Ringkasan Berita:
  • Pemkot Solo berencana menjadikan Jalan Yos Sudarso satu arah dari Nonongan–Coyudan serta memperlebar pedestrian dari 1,5 m menjadi 3 m.
 
  • Pengusaha elektronik Joko (59) menyatakan kurang setuju karena khawatir akses pembeli menjadi sulit dan berdampak negatif pada usaha.
 
  • Ia juga menyoroti masalah parkir, potensi penyempitan jalan, kemacetan jam sibuk, serta belum adanya sosialisasi kepada pengusaha.

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Rencana kebijakan baru untuk membuat koridor Yos Sudarso atau kawasan Jalan Yos Sudarso dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mendapat tanggapan dari warga.

Seperti diberitakan sebelumnya, jalan Yos Sudarso dari simpang Nonongan sampai simpang Coyudan akan diberlakukan jalur satu arah.

Selain itu, akan ada revitalisasi jalur pejalan kaki atau pedestarian di koridor tersebut dari 1,5 meter menjadi 3 meter.

Menanggapi kebijakan yang dilontarkan oleh Wali Kota Solo Respati Ardi beberapa waktu lalu tersebut, salah satu pengusaha di koridor Yos Sudarso buka suara.

Baca juga: Eks Wali Kota Solo Teguh Prakosa Kritisi Kinerja Respati Ardi, Singgung Parkir: Ora Mikir Rakyate

Joko (59) pengusaha elektronik mengaku baru mendengar akan adanya rencana pemberlakuan satu arah di jalan Yos Sudarso.

Sementara itu terkait rencana yang diungkap oleh Respati itu, Joko secara pribadi kurang setuju.

Pemberlakuan aturan itu menurut Joko akan berdampak negatif bagi belasan pengusaha di sepanjang koridor tersebut.

Joko mencontohkan, nantinya apabila aturan tersebut diberlakukan akan mempersulit akses pembeli atau pelanggan toko-toko di sekitar lokasi. 

Mengingat di koridor Yos Sudarso sendiri terdapat belasan toko grosir berbagai barang.

"Saya sendiri sebagai pribadi kurang setuju, nanti kalau jadi satu arah, nanti bakul (pelanggan) saya yang dari daerah selatan nanti kesininya juga agak sulit, harus muter jauh sekali. Ya terus terang kurang setuju," ungkap Joko saat ditemui TribunSolo.com, Sabtu (10/1/2025).

Selain soal hal tersebut, Joko juga menyoroti mengenai kantong parkir yang akan diberlakukan apabila aturan satu arah tersebut benar dilaksanakan.

"Itu juga nanti kalau parkir, kalau 2 jalur itu masih bisa parkir pararel gitu. Nanti kalau itu jadi satu arah saja juga kesulitan, parkirnya juga sempit,"

"Kiri kanan kan dijadikan parkir, nanti kalau satu arah gitu nanti parkirnya kiri-kanan jalurnya jadi sempit. Pedestariannya yang lebar 3 meter otomatis jadi sempit," lanjutnya.

Baca juga: SOSOK Yakup Hasibuan Pengacara Keluarga Jokowi yang juga Pemilik Klub Basket Kesatria Bengawan Solo

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved