Jalan Yos Sudarso Solo Satu Arah
Jalan Yos Sudarso Solo Bakal Diberlakukan Satu Arah, Pengusaha Setempat Akui Kurang Setuju
Nantinya apabila aturan tersebut diberlakukan akan mempersulit akses pembeli atau pelanggan toko-toko di sekitar lokasi.
Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Rifatun Nadhiroh
Ringkasan Berita:
- Pemkot Solo berencana menjadikan Jalan Yos Sudarso satu arah dari Nonongan–Coyudan serta memperlebar pedestrian dari 1,5 m menjadi 3 m.
- Pengusaha elektronik Joko (59) menyatakan kurang setuju karena khawatir akses pembeli menjadi sulit dan berdampak negatif pada usaha.
- Ia juga menyoroti masalah parkir, potensi penyempitan jalan, kemacetan jam sibuk, serta belum adanya sosialisasi kepada pengusaha.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Rencana kebijakan baru untuk membuat koridor Yos Sudarso atau kawasan Jalan Yos Sudarso dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mendapat tanggapan dari warga.
Seperti diberitakan sebelumnya, jalan Yos Sudarso dari simpang Nonongan sampai simpang Coyudan akan diberlakukan jalur satu arah.
Selain itu, akan ada revitalisasi jalur pejalan kaki atau pedestarian di koridor tersebut dari 1,5 meter menjadi 3 meter.
Menanggapi kebijakan yang dilontarkan oleh Wali Kota Solo Respati Ardi beberapa waktu lalu tersebut, salah satu pengusaha di koridor Yos Sudarso buka suara.
Baca juga: Eks Wali Kota Solo Teguh Prakosa Kritisi Kinerja Respati Ardi, Singgung Parkir: Ora Mikir Rakyate
Joko (59) pengusaha elektronik mengaku baru mendengar akan adanya rencana pemberlakuan satu arah di jalan Yos Sudarso.
Sementara itu terkait rencana yang diungkap oleh Respati itu, Joko secara pribadi kurang setuju.
Pemberlakuan aturan itu menurut Joko akan berdampak negatif bagi belasan pengusaha di sepanjang koridor tersebut.
Joko mencontohkan, nantinya apabila aturan tersebut diberlakukan akan mempersulit akses pembeli atau pelanggan toko-toko di sekitar lokasi.
Mengingat di koridor Yos Sudarso sendiri terdapat belasan toko grosir berbagai barang.
"Saya sendiri sebagai pribadi kurang setuju, nanti kalau jadi satu arah, nanti bakul (pelanggan) saya yang dari daerah selatan nanti kesininya juga agak sulit, harus muter jauh sekali. Ya terus terang kurang setuju," ungkap Joko saat ditemui TribunSolo.com, Sabtu (10/1/2025).
Selain soal hal tersebut, Joko juga menyoroti mengenai kantong parkir yang akan diberlakukan apabila aturan satu arah tersebut benar dilaksanakan.
"Itu juga nanti kalau parkir, kalau 2 jalur itu masih bisa parkir pararel gitu. Nanti kalau itu jadi satu arah saja juga kesulitan, parkirnya juga sempit,"
"Kiri kanan kan dijadikan parkir, nanti kalau satu arah gitu nanti parkirnya kiri-kanan jalurnya jadi sempit. Pedestariannya yang lebar 3 meter otomatis jadi sempit," lanjutnya.
Baca juga: SOSOK Yakup Hasibuan Pengacara Keluarga Jokowi yang juga Pemilik Klub Basket Kesatria Bengawan Solo
| Janji Suporter Persis Solo ke Kaesang Jika Manajemen Serius Berbenah, Merahkan Lagi Stadion Manahan |
|
|---|
| Rekomendasi Wisata Baru di Klaten, Umbul Gedhe yang Sediakan Fasilitas Kolam Khusus Wanita |
|
|---|
| Amunisi Baru, Persis Solo Datangkan Bek Sayap Persija Alfriyanto Nico Saputro |
|
|---|
| Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Adakan Lomba Desain Keranda Jenazah, Hadiahnya Jutaan Rupiah |
|
|---|
| Dana Desa Tak Bisa Lagi Jadi Tumpuan Pembangunan, Kades di Sragen Berharap dari Pemkab hingga DPRD |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Kondisi-koridor-jalan-Yos-Sudarso-Solo.jpg)