Jalan Yos Sudarso Solo Satu Arah

Pemkot Solo Diminta Kaji Ulang Rencana Jalan Yos Sudarso Diberlakukan Satu Arah, Akses Bakal Sulit?

Jalan Yos Sudarso dianggap kawasan grosir dengan mobilitas tinggi, sehingga kemudahan akses menjadi faktor penting bagi keberlangsungan usaha.

TribunSolo.com
KAWASAN YOS SUDARSO/SIMPANG NONONGAN - Jalan Yos Sudarso Solo dari simpang Nonongan sampai simpang Coyudan akan diberlakukan jalur satu arah. Selain itu, akan ada revitalisasi jalur pejalan kaki atau pedestarian di koridor tersebut dari 1,5 meter menjadi 3 meter. 

Ringkasan Berita:
  • Pemkot Solo berencana menjadikan Jalan Yos Sudarso satu arah dari Nonongan–Coyudan serta memperlebar pedestrian dari 1,5 m menjadi 3 m.
 
  • Pengusaha elektronik Joko (59) menyatakan kurang setuju karena khawatir akses pembeli menjadi sulit dan berdampak negatif pada usaha.
 
  • Ia juga menyoroti masalah parkir, potensi penyempitan jalan, kemacetan jam sibuk, serta belum adanya sosialisasi kepada pengusaha.

 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pemkot Solo berencana memberlakukan sistem satu arah di Jalan Yos Sudarso, tepatnya dari simpang Nonongan hingga simpang Coyudan.

Selain itu, pemerintah juga merencanakan revitalisasi jalur pejalan kaki atau pedestrian dengan memperlebar trotoar dari 1,5 meter menjadi 3 meter.

Rencana kebijakan baru Pemerintah Kota (Pemkot) Solo terkait penataan koridor Jalan Yos Sudarso ini kemudian menuai tanggapan dari pelaku usaha setempat.

Sejumlah pengusaha menilai kebijakan tersebut berpotensi menyulitkan aktivitas usaha dan akses pelanggan sehingga diminta untuk dikaji ulang sebelum diterapkan.

Baca juga: Jalan Yos Sudarso Solo Bakal Diberlakukan Satu Arah, Pengusaha Setempat Akui Kurang Setuju

Salah satu pengusaha di koridor Jalan Yos Sudarso, Joko (59), mengaku kurang setuju.

Pengusaha elektronik yang telah lama membuka usaha di kawasan itu menilai kebijakan tersebut akan berdampak negatif bagi belasan pengusaha yang menggantungkan usaha di sepanjang jalan tersebut.

Joko mengungkapkan, pemberlakuan sistem satu arah justru akan mempersulit akses pembeli, terutama pelanggan yang berasal dari wilayah selatan. 

Menurutnya, Jalan Yos Sudarso merupakan kawasan grosir dengan mobilitas tinggi, sehingga kemudahan akses menjadi faktor penting bagi keberlangsungan usaha.

“Saya sendiri sebagai pribadi kurang setuju. Nanti kalau jadi satu arah, bakul saya yang dari daerah selatan mau ke sini harus muter jauh sekali. Terus terang itu menyulitkan,” ujar Joko saat ditemui, Sabtu (10/1/2025).

Tak hanya soal akses, Joko juga menyoroti persoalan parkir yang berpotensi menjadi masalah baru.

Selama ini, dengan dua jalur, kendaraan masih bisa parkir secara paralel.

Namun jika diberlakukan satu arah bersamaan dengan pelebaran trotoar, ruang parkir dinilai akan semakin terbatas.

“Kalau sekarang dua jalur masih bisa parkir paralel. Kalau nanti satu arah, kiri kanan jadi parkir, jalurnya menyempit. Pedestariannya dilebarkan jadi 3 meter, otomatis ruang kendaraan makin sempit,” jelasnya.

Baca juga: Eks Wali Kota Solo Teguh Prakosa Kritisi Kinerja Respati Ardi, Singgung Parkir: Ora Mikir Rakyate

Ia juga menyebut kondisi lalu lintas di Jalan Yos Sudarso memang sudah cukup padat, terutama pada jam-jam tertentu.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved